in ,

Purbaya Sambangi Kantor Pajak Perusahaan Besar dan “Crazy Rich”, Ini Pesannya

Foto: KLI Kemenkeu

Purbaya Sambangi Kantor Pajak Perusahaan Besar dan “Crazy Rich”, Ini Pesannya

Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyambangi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar atau Large Tax Office (Kanwil LTO), pada Jumat (7/11/25). Di kanwil yang mengadministrasikan perusahaan besar dan crazy rich ini Purbaya berpesan sejumlah hal terkait penerimaan pajak.

“Teman-teman pajak, jangan putus asa. Target pasti bisa tercapai. Kita usahakan seoptimal mungkin agar penerimaan pajak tetap tumbuh. Tetapi tetap yang penting Anda ngerti kan apa yang Anda kerjain? Jaga terus integritas. Jangan lupa berikan senyum kepada Wajib Pajak agar Wajib Pajak tersenyum ketika membayar pajak,” ungkap Purbaya di hadapan para pegawai Kanwil LTO, dikutip Pajak.com dari TikTok resmi Purbaya (@purbayayudhis), pada (10/11/25).

Purbaya juga menegaskan bahwa penurunan penerimaan pajak hingga September 2025 bukan kesalahan dari petugas pajak di DJP, khususnya Kanwil LTO. Kinerja penerimaan pajak yang menurun merupakan implikasi dari stagnasi pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga  Menkeu Purbaya Sebut Injeksi Rp200 Triliun ke Perbankan Bisa Tambah Penerimaan Pajak Rp100 Triliun

Mengutip paparan resmi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kinerja dan Fakta (KiTa), penerimaan pajak tercatat mengalami penurunan sebesar 6,21 persen pada semester I-2025 (Januari – Juni), sehingga realisasi penerimaan pajak mencapai Rp837,8 triliun atau 38 persen dari target APBN sebesar Rp2.189,3 triliun.

Namun, hingga September 2025, realisasi penerimaan pajak sudah berada di angka Rp1.273,35 triliun atau setara dengan 58,16 persen dari target.

Adapun target penerimaan pajak Kanwil LTO tahun 2025 adalah sebesar Rp734,714 triliun.

“Tapi kita sudah mulai membalikkan arah ekonomi sejak minggu kedua September [2025]. Sekarang pajaknya mulai membaik sedikit demi sedikit dan saya harap target tahun ini bisa tercapai,” ungkap Purbaya.

Baca Juga  Kejar Target Penerimaan Pajak 2025, Purbaya Pastikan Tak Pakai Cara Preman

Ia bahkan memproyeksi, pertumbuhan ekonomi tahun 2026 akan lebih baik dibandingkan dengan 2025. Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai 6 persen karena sektor swasta lebih optimal bergerak. Kebijakan pemerintah untuk menggerakkan perekonomian, antara lain penempatan dana ke Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) sebesar Rp200 triliun serta berbagai insentif pajak.

“Kalau rasio [pajak] kita betul dan dukungan sektor privat berjalan baik, pertumbuhan ekonomi ke depan bisa mencapai enam persen,” pungkas Purbaya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *