in ,

Purbaya Akui Coretax Sering “Hang” dan Rawan Dibobol, Ahli IT Tancap Gas Perbaiki “Interface” hingga “Cyber Security” 

Foto: KLI Kemenkeu

Purbaya Akui Coretax Sering “Hang” dan Rawan Dibobol, Ahli IT Tancap Gas Perbaiki “Interface” hingga “Cyber Security” 

Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui Coretax sering lambat (hang) sehingga banyak mengundang komplain dari Wajib Pajak. Oleh karena itu, Purbaya memastikan tim ahli information technology (IT) yang berasal dari luar Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah tancap gas memperbaiki desain interface, hingga perkuat cyber security untuk mencegah kebobolan data.

Kalau kita baca di media semuanya komplain [dengan Coretax]. Karena lambat, sering hang, dan kadang-kadang berhari-hari baru bisa masuk. Dan kalau udah masuk, keluar lagi. Masuknya susah lagi. Itu karena salah desain tadi di-interface ke nasabahnya [Wajib Pajak],” ungkap Purbaya dalam sebuah wawancara khusus di salah satu televisi nasional, dikutip Pajak.com (13/10/25).

Baca Juga  GNV Consulting Kupas PMK 112/2025: Penggunaan “Tax Treaty” Kini Lebih Ketat

Menurutnya, faktor yang membuat sistem ini sulit diperbaiki oleh Kemenkeu maupun Direktorat Jenderal Pajak (DJP) karena software Coretax dibuat oleh Korea Selatan. Purbaya pun menjanjikan perbaikan Coretax oleh ahli IT-nya dapat rampung pada akhir Oktober tahun 2025.

Mungkin mereka pikir, Korea pintar, ternyata enggak pintar-pintar amat kalau menurut staf [IT] saya. Berantakan sih sebenarnya. Mereka [staf IT] katakan, ’Gimana bisa bikin sistem [Coretax] seperti ini? Enggak masuk akal, ya’. Yasudah kita betulin. Begitu saya jadi menkeu, saya bawa tim saya tadi, beresin ini [Coretax] dan saya akan perkuat timnya nanti,” tegas Purbaya.

Hal krusial lainnya yang dilakukan Purbaya adalah penguatan keamanan siber. Pasalnya, menurut tim IT Purbaya, Coretax rawan kebocoran data sehingga harus segera diperkuat keamananya.

Baca Juga  Aturan Baru P3B: Praktisi Soroti Tantangan Perluasan Pengujian “Beneficial Owner” bagi Wajib Pajak

Karena kalau kita tes, cyber security-nya sebelum orang [tim IT] saya masuk, dari 100 nilainya cuma 30. Artinya, gampang sekali dibobol. Saya enggak tahu yang itu gara-gara kebanyakan orang masuk ke sistem atau ada orang yang mengganggu sistemnya dari luar? yang jelas cyber security-nya akan kita perbaiki terus dan saya yakin akan cepat baiknya,” ungkap Purbaya.

Sebagaimana diketahui, sejak diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Januari 2025, Wajib Pajak telah mengeluhkan berbagai kendala penggunaan Coretax, mulai dari gagal login hingga masalah pembuatan Faktur Pajak hingga pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Perbaikan Coretax yang dijanjikan Purbaya ini diharapkan dapat memudahkan Wajib Pajak dalam menunaikan kewajiban administrasinya sehingga aktivitas bisnis pun dapat berjalan lancar. Terlebih tahun 2026, pemerintah menargetkan pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) akan dilakukan sepenuhnya melalui Coretax.

Baca Juga  GNV Consulting Kupas PMK 112/2025: Penggunaan “Tax Treaty” Kini Lebih Ketat

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengestimasi sebanyak 14 juta Wajib Pajak akan melaporkan SPT tahunan via Coretax di tahun depan, terdiri dari 10 juta Wajib Pajak orang pribadi dan 4 juta Wajib Pajak badan.

Saat ini DJP tengah masif menyosialisasikan aktivasi akun Coretax dan meluncurkan Simulator Terpandu Coretax agar perusahaan bisa mulai latihan mengisi Formulir SPT tahunan dengan format baru.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *