Penerimaan Pajak Turun 3,86 Persen jadi Rp1.459,03 Triliun hingga Oktober 2025
Pajak.com, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan pajak secara neto mencapai Rp1.459,03 triliun atau turun 3,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar Rp1.517,54 triliun.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menjelaskan bahwa capaian tersebut setara dengan 70,2 persen dari outlook Anggaran Pendapatan dan Badan Negara (APBN).
“Secara neto, sampai dengan akhir Oktober sudah terkumpul Rp1.459,03 triliun. Di bawah tahun lalu Rp1.517,54 triliun,” kata Suahasil dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Kamis (20/11/25).
Suahasil menjelaskan bahwa penurunan penerimaan pajak hingga akhir Oktober 2025 terjadi pada beberapa jenis pajak. Lebih rinci, Pajak Penghasilan (PPh) Badan secara neto tercatat Rp237,56 triliun atau turun 9,6 persen dibanding tahun lalu.
Kemudian, PPh Orang Pribadi dan PPh 21 juga melemah dengan realisasi sebesar Rp191,66 triliun atau turun 12,8 persen. PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 berada sedikit di bawah realisasi 2024 dengan pencapaian Rp275,57 triliun atau turun 0,1 persen.
Sementara itu, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) turut mengalami penurunan, tercatat Rp556,61 triliun atau turun 10,3 persen. Sementara itu, kelompok pajak lainnya justru meningkat signifikan, tumbuh 42,3 persen menjadi Rp197,61 triliun.
“PPnBM ini cukup tinggi [penurunan], artinya restitusinya cukup tinggi di sini. Dan [pajak] lainnya nanti kita akan kategorikan sesudah komplit SPT-nya oleh Wajib Pajak,” jelas Suahasil.
Dari sisi pertumbuhan bulanan, pajak neto pada Oktober masih mencatat perbaikan dengan pertumbuhan 0,7 persen month-on-month (mom) menjadi sebesar Rp163,8 triliun.
Sebentar itu, Suahasil juga mencatat kinerja penerimaan pajak secara bruto yang bergerak lebih stabil. Hingga Oktober 2025, realisasi pajak bruto mencapai Rp1.799,55 triliun, naik dari Rp1.767,13 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
Secara rinci, PPh Badan tercatat Rp331,39 triliun atau tumbuh 5,3 persen. Sementara itu, PPh Orang Pribadi dan PPh 21 mengalami penurunan menjadi Rp192,19 triliun atau turun 12,6 persen. PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 tumbuh tipis 0,3 persen menjadi Rp280,25 triliun.
Kemudian, PPN dan PPnBM tercatat Rp796,19 triliun, turun 2,1 persen dibanding Oktober 2024. Sementara itu, kelompok pajak lainnya tumbuh cukup kuat sebesar 42,8 persen menjadi Rp199,60 triliun.
“Pajak bruto di bulan Oktober tumbuh 0,8 persen secara month to month. Dan pajak neto di bulan oktober tumbuh 0,7 persen ini month on month,” pungkasnya.

Comments