in ,

Pemerintah Tawarkan Diskon Pajak hingga Layanan Perizinan Satu Pintu di KEK

Foto: Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

Pemerintah Tawarkan Diskon Pajak hingga Layanan Perizinan Satu Pintu di KEK

Pajak.com, Jakarta – Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menggelar Indonesia SEZ Business Forum 2025. Dalam forum yang diikuti oleh ratusan investor dalam maupun luar negeri ini, pemerintah menawarkan diskon pajak hingga layanan perizinan satu pintu di KEK.

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang menekankan pentingnya KEK dalam transformasi ekonomi menuju Visi Indonesia Emas 2045. KEK dapat mendorong industrialisasi, memperkuat pariwisata, mengintegrasikan rantai suplai, dan menciptakan ruang inovasi.

“KEK menyediakan layanan perizinan satu pintu, insentif fiskal dan nonfiskal yang kompetitif, serta dukungan regulasi yang memungkinkan percepatan investasi. Dengan ekosistem terintegrasi ini, KEK memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” ungkap Edwin dalam keterangan tertulis dikutip Pajak.com (11/12/25).

Sebagaimana diketahui, insentif fiskal dalam KEK diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 33/PMK.010/2021 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 237/PMK.010/2020 tentang Perlakuan Perpajakan, Kepabeanan, dan Cukai pada Kawasan Ekonomi Khusus (PMK 33/2021).

Baca Juga  Aturan Baru P3B: Praktisi Soroti Tantangan Perluasan Pengujian “Beneficial Owner” bagi Wajib Pajak

Dalam regulasi ini, pemerintah menawarkan pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) badan (tax holiday) dan fasilitas PPh untuk penanaman modal di bidang-bidang usaha tertentu dan/atau di daerah-daerah tertentu (tax allowance); Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) tidak dipungut; pembebasan atau penangguhan bea masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) tidak dipungut; dan pembebasan cukai.

Edwin meyakini bahwa KEK menjadi pusat pertumbuhan baru melalui peningkatan investasi serta pemerataan pembangunan. Ia pun mengharapkan Indonesia SEZ Business Forum 2025 bukan hanya wadah diskusi, tetapi wadah percepatan investasi.

“Melalui dialog tematik dan one-on-one business matchmaking, forum ini akan memperkuat kemitraan dan menghasilkan kesepakatan bisnis yang mendukung transformasi ekonomi jangka panjang. Kami berharap forum ini menghasilkan hasil nyata dan meningkatkan kepercayaan kepada KEK Indonesia,” ujar Edwin.

Baca Juga  GNV Consulting Kupas PMK 112/2025: Penggunaan “Tax Treaty” Kini Lebih Ketat

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu menyebut bahwa KEK sebagai mesin percepatan hilirisasi pendongkrak pertumbuhan ekonomi. Pasaribu mengungkapkan, hingga kini investasi hilirisasi di Indonesia telah mencapai Rp431 triliun atau 13,1 persen dari total realisasi.

“Untuk memastikan pelayanan investasi lebih cepat dan transparan, saat ini proses perizinan dilaksanakan dengan mekanisme fiktif positif dan service level agreement. Reformasi ini menciptakan efisiensi nyata dalam ekosistem perizinan nasional,” jelas Pasaribu.

Dengan demikian, ia menekankan bahwa KEK memiliki peran penting dalam mendukung agenda hilirisasi dan memperkuat daya saing investasi yang bermuara pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga  Aturan Baru P3B: Praktisi Soroti Tantangan Perluasan Pengujian “Beneficial Owner” bagi Wajib Pajak

Hal senada juga disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Wakil Ketua I Bidang Regulasi dan Kelembagaan KEK Elen Setiadi. Menurutnya, KEK merupakan instrumen kunci pemerataan pembangunan sekaligus penggerak utama transformasi ekonomi Indonesia.

“Indonesia telah menetapkan 25 KEK sebagai prototipe kawasan yang menawarkan insentif kompetitif dan proses perizinan sederhana. KEK didukung infrastruktur terintegrasi dan menunjukkan nilai investasi yang tinggi melalui ICOR [Incremental Capital Output Ratio] rendah antara 2 hingga 4,” ungkap Elen.

Ia optimistis Indonesia SEZ Business Forum 2025 dapat memperkuat posisi KEK Indonesia sebagai pilar pertumbuhan berkualitas dan destinasi investasi unggulan.

“Saya yakin sinergi dalam forum ini akan menghasilkan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuh Elen.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *