in ,

Target Pajak 2025 Meleset, Otoritas Pajak Filipina Tekor Rp36 Triliun

Target Pajak 2025 Meleset, Otoritas Pajak Filipina Tekor Rp36 Triliun

Pajak.com, Manila  Filipina gagal mencapai target penerimaan pajak 2025 sebesar 3,23 triliun peso setelah realisasi hanya mencapai sekitar 3,1 triliun peso, atau shortfall sekitar 127 miliar peso. Dengan asumsi kurs rata-rata 1 peso setara Rp284, kekurangan tersebut setara sekitar Rp36,1 triliun, sementara total penerimaan BIR mencapai sekitar Rp880 triliun.

Komisaris Biro Pendapatan Dalam Negeri (Bureau of Internal Revenue/BIR) Filipina Charlito Martin Mendoza menyebut, pertumbuhan sekitar 9 persen dibandingkan penerimaan 2024 sebesar 2,85 triliun peso menunjukkan kinerja yang masih solid, meski target tidak tercapai.

Ia menilai, hasil itu tidak terlepas dari penyesuaian kebijakan internal yang dijalankan BIR sepanjang 2025, yang menurutnya turut memengaruhi pola kepatuhan Wajib Pajak pada akhir tahun.

“Bahkan ketika audit dihentikan sementara, Wajib Pajak tetap membayar. Itu memberi sinyal bahwa prediktabilitas, keadilan, dan kepercayaan terhadap institusi kini mulai mendorong kepatuhan,” kata Mendoza dalam pernyataan resminya, dikutip Pajak.com, Sabtu (17/1/2026).

Meski meleset dari target, Mendoza mengklaim penerimaan 2025 tetap tumbuh 8,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 2,85 triliun peso Filipina. Ia menyebut, kinerja ini sebagai capaian yang relatif tangguh mengingat adanya “penangguhan yang disengaja” atas sebagian kegiatan audit selama fase reformasi besar di internal lembaga.

Baca Juga  Aturan Baru P3B: Praktisi Soroti Tantangan Perluasan Pengujian “Beneficial Owner” bagi Wajib Pajak

Sejatinya, BIR mengawali 2025 dengan pertumbuhan dua digit, tetapi momentum melemah tajam pada paruh kedua tahun. Perlambatan mulai terlihat pada akhir kuartal ketiga hingga pertumbuhan penerimaan turun mendekati 1 persen pada Oktober.

Kinerja kemudian membaik menjelang akhir tahun. BIR melaporkan pertumbuhan kembali meningkat menjadi 2,7 persen pada November dan melonjak ke 8,6 persen pada Desember. Para pejabat di pemerintahan Filipina menilai pemulihan tersebut berkaitan erat dengan pengangkatan Charlito Martin R. Mendoza sebagai komisaris baru pada pertengahan November lalu.

Namun, Mendoza menegaskan pemulihan itu lebih didorong oleh kembalinya kredibilitas institusional dibandingkan pengetatan penegakan hukum. “Pemulihan ini bukan soal meningkatkan tekanan, tetapi mengembalikan kepercayaan bahwa sistem berjalan adil dan dapat diprediksi,” imbuhnya.

Baca Juga  GNV Consulting Kupas PMK 112/2025: Penggunaan “Tax Treaty” Kini Lebih Ketat

Kepatuhan Sukarela

Memasuki 2026, BIR menghadapi target yang lebih tinggi, yakni 3,58 triliun peso atau setara sekitar Rp1.017 triliun, sebelum meningkat lagi pada 2027 dan 2028. Untuk mengejar target tersebut, otoritas pajak Filipina ini mulai menggeser strategi dari dominasi pengawasan menuju penguatan edukasi dan komunikasi publik.

Salah satu langkah yang ditempuh baru-baru ini adalah menggandeng platform media sosial TikTok, demi memperluas edukasi perpajakan dan mendorong kepatuhan sukarela Wajib Pajak. Dalam pernyataan resmi terpisah, Mendoza mengemukakan kerja sama ini merupakan bagian dari Kampanye Pajak Nasional 2026, sekaligus strategi menjangkau generasi Wajib Pajak baru melalui kanal digital.

“Diseminasi informasi di platform digital bukan lagi pilihan—melainkan kebutuhan. Kami harus hadir di tempat generasi baru Wajib Pajak berada,” katanya.

Kerja sama ini akan mencakup produksi konten video pendek bertema perpajakan, kampanye khusus selama Tax Awareness Month pada Februari mendatang, serta peluncuran akun resmi TikTok milik BIR. Selain itu, BIR akan menggelar lokakarya daring dan luring bersama komunitas kreator, membahas pendaftaran Wajib Pajak, sumber penghasilan kena pajak, prosedur pelaporan, hingga tata cara pembayaran.

Baca Juga  GNV Consulting Kupas PMK 112/2025: Penggunaan “Tax Treaty” Kini Lebih Ketat

Mendoza menyebut, inisiatif ini sejalan dengan agenda reformasi layanan publik Pemerintah Filipina.

“Inisiatif ini melengkapi upaya digitalisasi yang sedang berjalan dan sejalan dengan arahan Presiden untuk mempermudah transaksi pemerintah, serta panduan menteri keuangan untuk memperkuat penerimaan pajak sambil meningkatkan kualitas layanan kepada Wajib Pajak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kebijakan Publik TikTok Filipina Yves Gonzalez menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi tersebut. Bahkan, ia menantikan dukungan kepada BIR dalam mentransformasi cara terhubung dengan publik melalui konten yang mudah diakses, relevan, dan menarik melalui kanal TikTok resmi.

BIR dan TikTok menargetkan peluncuran konten kolaboratif perdana serta akun resmi BIR dalam beberapa minggu ke depan.

“TikTok berkomitmen memberdayakan masyarakat Filipina dengan pengetahuan dan sumber daya agar tetap terinformasi, dan dapat menjalankan kewajiban sipilnya secara bertanggung jawab di era digital,” pungkas Gonzalez.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *