Menkeu Purbaya Luruskan: Coretax Diperbaiki oleh Ahli dari Luar Kemenkeu, Bukan Luar Negeri
Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meluruskan bahwa Coretax tengah diperbaiki oleh ahli information technology (IT) dari luar Kementerian Keuangan (Kemenkeu), bukan profesional dari luar negeri. Purbaya menyadari berbagai gangguan teknis Coretax dapat berpotensi menurunkan kepatuhan Wajib Pajak.
“Coretax sudah diperbaiki, saya sudah kirim ahli dari luar. Bukan dari luar negeri, tapi dari luar keuangan [Kemenkeu]. Mereka melihat kelemahan [Coretax] seperti apa, mereka tiap hari lapor ke saya, sebulan akan selesai itu perbaikan Coretax. Paling enggak, Anda jadi enggak ribut lagi bayar pajak,” jelas Purbaya dalam sebuah podcast salah satu akun media nasional, dikutip Pajak.com (6/10/25).
Ia juga memastikan bahwa tidak ada kenaikan tarif pajak demi mendongkrak pendapatan negara. Selain melakukan perbaikan administrasi perpajakan melalui Coretax, Purbaya ingin membangkitkan perekonomian dengan berbagai program pengelolaan fiskal yang lebih ekspansif. Salah satunya, menyalurkan dana Rp200 triliun ke Himpunan Bank Negara (Himbara).
“Pajak rate-nya enggak berubah, cukai juga enggak berubah. Ketika lagi lemah [perekonomian] begini, saya naikkin pajak juga percuma. Anda income-nya lagi menurun, belanjanya lagi sedikit, ekonomi lagi melambat, [penerimaan] pajak saya turun lagi. Kalau rate [pajak] naik, makin rendah lagi income-nya. Jadi, saya menghindari itu. Saya jaga dulu ekonominya,” ujar Purbaya.
Ia optimistis dengan perekonomian yang melaju cepat, masyarakat juga akan lebih ringan menunaikan kewajiban perpajakannya. Namun, bukan berarti ketika pertumbuhan ekonomi meningkat, Purbaya akan menaikkan tarif pajak.
“Ekonomi tumbuh kencang, otomatis penerimaan pajak juga akan bagus. Ngapain tarif pajak dinaikkan?,” tandasnya.
Secara simultan, Purbaya juga intensif mengejar para pengemplang pajak. Secara spesifik, ia mengaku tengah memelototi kepatuhan pelaku usaha sektor pertambangan dan perkebunan.
“Banyak sekali tambang-tambang, perusahaan perkebunan yang sedang dilihat, apakah mengikuti peraturan atau tidak? Ada potensi-potensi penyelewengan di sana, kalau dibetulkan, apakah bisa meningkatkan pendapatan negara secara signifikan. Tapi, saya belum bisa hitung bisa nol defisit atau tidak. Begitu clear, saya akan buat peta jalannya,” ungkap Purbaya.

Comments