in ,

Optimalisasi Peran BPJS Ketenagakerjaan dalam Peningkatan Kesejahteraan dan Pengentasan Kemiskinan

FOTO : IST

Optimalisasi Peran BPJS Ketenagakerjaan dalam Peningkatan Kesejahteraan dan Pengentasan Kemiskinan

Kemiskinan masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Berita tentang kemiskinan seolah selalu menjadi topik wajib yang disajikan, baik di media informasi formal maupun media sosial. Suara-suara miring pun kerap mempertanyakan peran pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Penanganan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan harus dilakukan dengan solusi berkelanjutan. Jika tidak ditangani dengan baik, masalah ini dapat berkembang menjadi persoalan sosial yang berujung pada konflik atau ketidakstabilan, yang pada akhirnya mengganggu pembangunan nasional.

Kemiskinan dan kesehatan memiliki hubungan dua arah. Kemiskinan dapat memicu masalah kesehatan, sedangkan masalah kesehatan justru dapat memperburuk kondisi kemiskinan. Biaya pengobatan yang tinggi bisa menguras keuangan keluarga. Orang yang sakit berat kehilangan produktivitas, bahkan pekerjaan. Jika pencari nafkah jatuh sakit, seluruh keluarga berisiko terjerumus ke dalam kemiskinan.

Baca Juga  GNV Consulting Kupas PMK 112/2025: Penggunaan “Tax Treaty” Kini Lebih Ketat

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan merupakan lembaga publik yang bertugas memberikan perlindungan sosial ekonomi bagi seluruh pekerja di Indonesia, baik sektor formal maupun informal. Tujuannya adalah melindungi pekerja dan keluarganya dari risiko sosial (kecelakaan kerja, PHK, meninggal dunia, pensiun), sekaligus mencegah mereka jatuh ke dalam kemiskinan serta mendorong kesejahteraan jangka panjang.

BPJS Ketenagakerjaan terbuka bagi Pekerja Penerima Upah, Pekerja Formal (perusahaan), Pekerja Bukan Penerima Upah, Pekerja Informal, hingga Pekerja Migran Indonesia di luar negeri. Dengan cakupan yang luas, BPJS Ketenagakerjaan dapat memberikan manfaat secara lebih merata.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah rendahnya kesadaran dan partisipasi pekerja informal, kurangnya pemahaman tentang manfaat program, serta masih adanya perusahaan yang tidak patuh mendaftarkan karyawannya. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi yang lebih intensif dengan menampilkan bukti nyata manfaat bagi peserta, sehingga pekerja maupun pemberi kerja, baik formal maupun informal, terdorong secara sukarela untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga  Fenomena Joki SPT: Menakar Inti Permasalahan hingga Dampaknya

Upaya optimalisasi juga dapat dilakukan melalui digitalisasi layanan untuk mempermudah pendaftaran dan klaim, perluasan kerja sama dengan fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta, serta kolaborasi dengan asosiasi, komunitas, koperasi, dan pemerintah daerah. Di sisi lain, pengawasan serta penerapan sanksi terhadap pemberi kerja yang tidak patuh juga perlu ditingkatkan.

Optimalisasi peran BPJS Ketenagakerjaan dalam mewujudkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan melalui perlindungan sosial bagi pekerja memerlukan sinergi antara kebijakan, partisipasi aktif masyarakat, dan inovasi sistem pelayanan. Pemerintah perlu memperkuat dukungan kebijakan agar BPJS Ketenagakerjaan terus melakukan inovasi dalam menjangkau pekerja, khususnya di sektor informal.

Pekerja yang sehat adalah aset bangsa. Semakin sehat pekerja, semakin produktif pula mereka, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing dan produktivitas negara. Di balik pekerja yang sehat terdapat keluarga yang sehat dan bahagia. Pada akhirnya, keluarga yang bahagia akan menciptakan masyarakat yang aman dan sejahtera.

Baca Juga  Aturan Baru P3B: Praktisi Soroti Tantangan Perluasan Pengujian “Beneficial Owner” bagi Wajib Pajak

Penulis : Swartoko (Pemerhati Ekonomi Nasional)

*)Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan atau kebijakan redaksi Pajak.com. Pajak.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian, tuntutan, atau konsekuensi lain yang timbul akibat penggunaan informasi dalam artikel ini.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

195 Points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *