Ini Alasan DPR Pilih Keponakan Prabowo Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia
Pajak.com, Jakarta – Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) M. Misbakhun mengumumkan bahwa berdasarkan hasil fit and proper test atau uji kelayakan, Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Misbakhun pun membeberkan alasan terpilihnya keponakan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Keputusan Komisi XI DPR tersebut membuat Thomas berhasil menyingkirkan dua kandidat Deputi Gubernur BI lainnya, yakni Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Bank Indonesia Dicky Kartikoyono dan Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin M. Juhro.
“Komisi XI DPR adakan rapat internal diawali rapat pimpinan Komisi XI DPR bersama delapan Poksi yang hadir. Telah melakukan kesepakatan dalam rapat internal yang menjadi Deputi Gubernur BI, pengganti Juda Agung, bapak Thomas Djiwandono,” jelas Misbakhun, dikutip Pajak.com (27/1/26).
Misbakhun mengatakan bahwa Komisi XI DPR menilai Thomas mampu menjelaskan secara komprehensif pentingnya membangun sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Di samping itu, Misbakhun menyebut, latar belakang Thomas di bidang fiskal justru menjadi nilai tambah bagi BI. Pengalaman Thomas dinilai dapat melengkapi perumusan kebijakan moneter, sekaligus memperkuat kinerja Dewan Gubernur BI di tengah fluktuasi tantangan ekonomi global.
Sebagaimana diketahui, Thomas yang merupakan anak dari Gubernur BI periode 1993 – 1998 Soedradjad Djiwandono, adalah Wakil Menteri Keuangan sejak 18 Juli 2024 hingga saat ini.
Menanggapi keputusan DPR, Thomas memastikan telah mengundurkan diri dari seluruh aktivitas politik sebelum resmi mengikuti kontestasi Deputi Gubernur BI.
Seperti diketahui, Thomas merupakan Bendahara Umum Partai Gerindra sejak tahun 2014. Ia melepas jabatannya yang telah diembannya selama 17 tahun pada Maret 2025. Langkah tersebut kemudian diikuti dengan pengunduran diri resmi sebagai anggota partai per 31 Desember 2025.
“Ini adalah komitmen saya terhadap independensi Bank Indonesia dan rasa profesionalisme saya,” tegas Thomas.
Thomas memastikan bahwa koordinasi yang baik akan terus diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, kondisi ekonomi nasional saat ini relatif stabil dan komunikasi antarotoritas sudah berjalan cukup solid.
“Saya juga ingin menekankan di dalam ruang lingkup dimana independensi bank sentral tetap dipertahankan. Dimana BI tetap independen menjalankan kebijakannya, tetap pruden dan terukur dalam koridor mandatnya,” jelas Thomas yang merupakan peraih magister bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington DC.
Sinergi pemerintah dan BI akan dipererat untuk menjaga inflasi serta menjaga daya beli masyarakat, stabilisasi harga pangan, sekaligus penguatan koordinasi pemerintah pusat maupun daerah.
“Di level sinergi kebijakan pertumbuhan ekonomi akan tercipta apabila likuiditas diciptakan untuk aktivitas ekonomi. Dengan demikian butuh pendorongan untuk tingkat suku bunga yang lebih kompetitif, dorongan supaya lembaga keuangan mendukung ekspansi dunia usaha serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),” jelas Thomas.
Dalam fit and proper test, Thomas membeberkan program GERAK yang meliputi:
- Governance kebijakan yang kuat dan kredibel;
- Efektivitas kebijakan;
- Resiliensi sistem keuangan;
- Akselerasi sinergi fiskal, moneter, dan sektor keuangan; dan
- Keberlanjutan transformasi keuangan.

Comments