Realisasi Investasi Tembus Rp496,9 Triliun pada Kuartal IV-2025
Pajak.com, Jakarta – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani melaporkan realisasi investasi Indonesia pada kuartal IV-2025 mencapai Rp496,9 triliun. Capaian tersebut setara 26,1 persen dari target investasi 2025 sebesar Rp1.905,6 triliun.
Secara tahunan, realisasi investasi kuartal IV-2025 tumbuh 9,7 persen secara year on year (yoy) dan meningkat 1,1 persen secara quarter to quarter (qtq). Dari capaian tersebut, penyerapan tenaga kerja Indonesia tercatat sebanyak 754.186 orang atau naik 29,8 persen yoy.
“Di dalam triwulan ke-4 ini terjadi penguatan yang sangat baik, kurang lebih total realisasi investasi adalah Rp496,9 triliun,” kata Rosan dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Kamis (15/1/26).
Dari sisi wilayah, investasi di Pulau Jawa menyumbang 49,8 persen atau sebesar Rp247,5 triliun dengan pertumbuhan 28,7 persen yoy. Sementara itu, realisasi investasi di luar Jawa mencapai 50,2 persen atau Rp249,4 triliun, meski mengalami kontraksi 4,2 persen yoy.
Berdasarkan sumber modal, Penanaman Modal Asing (PMA) mendominasi dengan porsi 51,6 persen atau sebesar Rp256,3 triliun, tumbuh 4,3 persen yoy. Adapun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi 48,4 persen atau Rp240,6 triliun dengan pertumbuhan 16,2 persen yoy.
Pada kuartal IV-2025, lima provinsi dengan realisasi investasi PMA dan PMDN terbesar adalah Jawa Barat sebesar Rp78,7 triliun atau 15,8 persen, DKI Jakarta Rp66,8 triliun atau 13,4 persen, Jawa Timur Rp40,0 triliun atau 8,1 persen, Banten Rp38,6 triliun atau 7,8 persen, serta Sulawesi Tengah Rp29,6 triliun atau 6,0 persen.
Sementara itu, berdasarkan realisasi PMA, lima provinsi terbesar adalah Jawa Barat dengan investasi sebesar 3,0 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau 18,8 persen, Sulawesi Tengah 1,7 miliar dolar AS atau 10,9 persen, Maluku Utara 1,7 miliar dolar AS atau 10,6 persen, DKI Jakarta 1,4 miliar dolar AS atau 8,9 persen, serta Banten 1,2 miliar dolar AS atau 7,5 persen.
Untuk PMDN, lima provinsi dengan realisasi terbesar meliputi DKI Jakarta sebesar Rp44,1 triliun atau 18,3 persen, Jawa Barat Rp30,6 triliun atau 12,7 persen, Jawa Timur Rp29,2 triliun atau 12,1 persen, Banten Rp19,3 triliun atau 8,0 persen, serta Kalimantan Timur Rp15,0 triliun atau 6,2 persen.

Comments