Telkom Gelar RUPSLB, Hasilkan “Spin-Off” InfraNexia dan Ubah Jajaran Direksi
Pajak.com, Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2025, pada (12/12/25). Melalui agenda RUPSLB ini Telkom resmi memperoleh persetujuan pemegang saham independen atas pemisahan (spin-off) sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity dari Telkom kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau yang dikenal dengan InfraNexia. RUPSLB juga memutuskan perubahan jajaran dewan komisaris dan direksi.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menjelaskan bahwa inisiatif pemisahan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity menjadi entitas baru merupakan bagian dari strategi transformasi yang strategis bagi Telkom. Hal ini menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan ekosistem konektivitas digital yang merata di Indonesia.
InfraNexia diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan baru yang dapat memperkuat kinerja Telkom melalui optimalisasi aset infrastruktur maupun peningkatan kualitas layanan infrastruktur digital.
“Diperolehnya persetujuan atas pemisahan bisnis dan aset ini memperkuat agenda transformasi perseroan untuk membangun struktur usaha yang lebih fokus dan tangkas, sehingga Telkom dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi percepatan digitalisasi nasional dan menciptakan nilai tambah baik bagi perusahaan, stakeholders, masyarakat, dan negara,” jelas Dian dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com (15/12/25).
Melalui aksi korporasi ini, InfraNexia akan lebih fokus dalam mengembangkan bisnis fiber, meningkatkan efisiensi biaya operasional dan investasi. InfraNexia juga dapat membuka peluang untuk network sharing maupun kemitraan strategis untuk menciptakan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dari sisi kepemilikan aset, setelah fase spin-off pertama InfraNexia akan memiliki lebih dari 50 persen dari total infrastruktur jaringan fiber Telkom yang meliputi segmen access, aggregation, backbone, serta infrastruktur pendukung lainnya. Sementara itu, fase spin-off kedua ditargetkan akan tuntas sepenuhnya pada tahun 2026 dengan total nilai aset mencapai Rp90 triliun.
“Lahirnya InfraNexia juga merupakan wujud dari komitmen Telkom dalam mendukung agenda transformasi jangka panjang BUMN [Badan Usaha Milik Negara] sebagaimana arah kebijakan nasional dan amanah dari Danantara untuk meningkatkan efisiensi serta memberikan kontribusi maksimal bagi negara,” ujar Dian.
Menurutnya, potensi pasar yang besar dan ruang ekspansi yang luas di berbagai sektor yang memerlukan dukungan konektivitas digital memberikan peluang besar bagi InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur konektivitas utama di Indonesia.
RUPSLB Telkom 2025 juga menyetujui penugasan yang diberikan pemerintah untuk mengoperasikan dan menjaga layanan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS). Penugasan ini mencerminkan kepercayaan pemerintah atas kompetensi Telkom sebagai pemain utama data center dan cloud.
“Telkom sebagai perusahaan digital telco terdepan berkomitmen dalam melaksanakan operasional dan keberlangsungan layanan atas PDNS sehingga visi transformasi digital yang menjadi program pemerintah terus berjalan dan kedaulatan data negara dapat terjaga dengan baik,” ujar Dian.
Perubahan Jajaran Direksi Telkom
Dalam agenda RUPSLB Telkom 2025, pemegang saham turut menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan yang diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kinerja perseroan serta menyukseskan langkah transformasi yang tengah dilakukan.
Adapun susunan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi hasil RUPSLB Telkom 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama : Angga Raka Prabowo;
- Komisaris : Rionald Silaban;
- Komisaris : Rizal Mallarangeng;
- Komisaris : Ossy Dermawan;
- Komisaris : Silmy Karim;
- Komisaris Independen : Deswandhy Agusman;
- Komisaris Independen : Ira Noviarti; dan
- Komisaris Independen : Rofikoh Rokhim.
Jajaran Direksi
- Direktur Utama : Dian Siswarini;
- Direktur Keuangan & Manajemen Risiko : Arthur Angelo Syailendra;
- Direktur Human Capital Management : Willy Saelan;
- Direktur Wholesale & International Service : Budi Satria Dharma Purba;
- Direktur Enterprise & Business Service : Veranita Yosephine;
- Direktur Strategic Business Development & Portfolio : Seno Soemadji;
- Direktur Network : Nanang Hendarno;
- Direktur IT Digital : Faizal Rochmad Djoemadi; dan
- Direktur Legal & Compliance : Andy Kelana.
Dengan berbagai keputusan strategis yang disahkan dalam RUPSLB ini, Telkom menegaskan transformasinya menuju perusahaan strategic holding guna menjadi digital telco yang lebih fokus, lincah, dan berdaya saing global.
“Perseroan optimistis bahwa penguatan struktur bisnis, efisiensi operasional, serta konsistensi dalam membangun infrastruktur digital nasional akan memperkokoh posisi Telkom sebagai penggerak utama ekosistem digital Indonesia sekaligus memberikan kontribusi berkelanjutan bagi bangsa,” pungkas Dian.

Comments