SMF Salurkan Rp14,53 Triliun ke Lembaga Pembiayaan Perumahan hingga September 2025
Pajak.com, Solo – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mencatat penyaluran pendanaan Rp14,53 triliun kepada lembaga pembiayaan perumahan hingga September 2025, sebagai bagian dari penguatan akses hunian layak dan dukungan terhadap program 3 juta rumah. Total pendanaan yang diterima SMF pada periode yang sama tercatat Rp10 triliun.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF Bonai Subiakto menyampaikan bahwa pencapaian pendanaan pada 2025 menunjukkan tren positif dan berpotensi melampaui kinerja tahun sebelumnya.
“Di tahun 2024 kita bisa mencapai Rp17 triliun [pendanaan kepada lembaga penyalur]. Di tahun 2025 sampai dengan September itu Rp14,5 triliun. Harapannya sampai dengan akhir tahun ini tembus di atas angka 2024,” ujar Bonai dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Senin (17/11/25).
Komitmen tersebut selaras dengan dukungan SMF terhadap program prioritas pemerintah, yakni penyediaan 3 juta rumah. Perseroan berperan aktif melalui dua produk strategis yakni penyaluran porsi 25 persen KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta pembiayaan mikro perumahan Griya Tunas yang menyasar masyarakat berpenghasilan tidak tetap.
Sejak 2018 hingga kuartal III-2025, SMF telah menyalurkan porsi 25 persen pendanaan KPR FLPP sebesar Rp29,92 triliun, setara dengan 797.120 unit rumah. Kinerja ini merupakan hasil leveraging 1,6 kali dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diterima SMF melalui penerbitan surat utang senilai Rp17,94 triliun, sejalan dengan mandat sebagai alat fiskal pemerintah dalam mempercepat penurunan backlog perumahan.
Inisiatif SMF sebagai special mission vehicle Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak hanya berfokus pada pembiayaan rumah baru, tetapi juga pada pemenuhan kelayakan hunian. Melalui skema Griya Tunas, SMF mendorong akses pembiayaan renovasi bagi masyarakat sektor informal agar memiliki hunian yang lebih layak, aman, dan produktif.
Program tersebut menjadi bagian resmi dari program 3 juta rumah sejak 1 Juni 2025. Griya Tunas diharapkan menjadi solusi bagi backlog kelayakan hunian yang menurut data Survei Sosial Eonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencapai 25,3 juta rumah. Hingga September 2025, pembiayaan Griya Tunas telah menjangkau 36.545 rumah dari target pemerintah sebanyak 50.000 rumah.
Dari sisi kinerja keuangan, SMF juga menunjukkan pertumbuhan stabil. Hingga kuartal III 2025, aset perseroan meningkat menjadi Rp53,66 triliun atau tumbuh 6,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Laba bersih turut naik menjadi Rp432 miliar, tumbuh 3 persen dibandingkan September 2024. Capaian ini memperlihatkan ketahanan bisnis SMF di tengah dinamika ekonomi, sekaligus menguatkan posisi perseroan sebagai motor penggerak pembiayaan perumahan nasional.
Dengan penguatan pendanaan, perluasan akses pembiayaan, serta dukungan terhadap hunian layak dan terjangkau, SMF terus memainkan peran strategis dalam menurunkan backlog perumahan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

Comments