SIG Bidik Pasar Global, Dermaga Baru di Tuban Jadi Kunci Ekspor 1 Juta Ton Semen
Pajak.com, Jakarta — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus mencari celah pertumbuhan di tengah kontraksi permintaan semen domestik yang berlangsung sejak 2024. Wakil Direktur Utama SIG Andriano Hosny Panangian mengatakan, SIG fokus pada tiga strategi utama, yakni penguatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio bisnis.
Menurutnya, langkah itu membuat SIG bisa lebih dekat dengan pelanggan di tiap daerah sekaligus meningkatkan efektivitas rantai pasok.
“SIG optimistis industri semen nasional memiliki prospek positif, menyusul kebutuhan semen untuk program tiga juta rumah dan pembangunan infrastruktur yang menjadi bagian dari fokus pemerintah. Sebagai BUMN, SIG siap menyukseskan pembangunan di Indonesia dengan beragam solusi bahan bangunan yang inovatif dan layanan berkualitas,” jelas Andriano Dalam Paparan Publik di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, dikutip Pajak.com, Senin (29/9/2025).
Andriano mengemukakan, SIG saat ini menguasai pasar dengan delapan merek kuat, di antaranya Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, hingga Semen Merdeka. Ia pun memastikan produk semen SIG telah tersertifikasi SNI, memiliki komponen dalam negeri lebih dari 90 persen, dan mengantongi Green Label dari Green Product Council Indonesia.
Sementara produk turunan seperti beton siap pakai dan bata interlock presisi juga diklaim menghasilkan emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah dibanding produk konvensional. Dengan pabrik semen terintegrasi di sembilan lokasi, 27 fasilitas pengemasan, tujuh pabrik penggilingan, tujuh pelabuhan, serta jaringan lebih dari 350 distributor dan 63 ribu toko ritel, SIG memanfaatkan digitalisasi dan artificial intelligence (AI) untuk menjaga kelancaran distribusi.
Andriano menegaskan, peluang terbesar SIG saat ini juga datang dari pasar ekspor. Ia menyebut, sepanjang semester I 2025 penjualan ekspor meningkat 24,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Lonjakan itu didorong oleh pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Pabrik Tuban, Jawa Timur, yang sedang dalam tahap uji coba sejak Maret hingga November 2025.
Menurutnya, pengembangan dermaga di Tuban sangat penting karena bisa melayani kapasitas ekspor hingga 1 juta ton semen per tahun, terutama untuk memenuhi permintaan di Amerika Serikat (AS).
“Dengan kemampuan melayani kapasitas ekspor hingga 1 juta ton semen per tahun, proyek ini akan menjadi tonggak penting tidak hanya dalam memperkuat kapasitas distribusi, tetapi juga berkontribusi terhadap daya saing pasar ekspor dan memperkuat jaringan distribusi global perusahaan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, uji coba pengiriman sudah dilakukan oleh anak usaha, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI). Pada tahap pertama, perusahaan mengirim 350 ton semen, disusul uji coba kedua dengan volume 27.415 ton ke fasilitas packing plant di Lampung dan Belawan menggunakan empat kapal. Menurutnya, hasil uji coba itu menjadi bukti kesiapan SIG memperkuat jalur distribusi ekspor.
Kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation dalam proyek Tuban, lanjut Andriano, menjadi tonggak penting bagi SIG. Dengan adanya dermaga ini, ia meyakini SIG akan mampu memperluas kapasitas distribusi, sekaligus membuka akses ke jaringan global yang lebih kuat.
Selain memperbesar ekspor, SIG juga mendapat pengakuan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang menegaskan peringkat idAAA Stabil untuk perusahaan dan Obligasi Berkelanjutan I dan II. Selain itu, SIG meraih Best Sustainability and Resilience Award dan masuk dalam Top 50 Emiten dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar dari IICD.
“Penetapan peringkat ini mencerminkan peran penting SIG dalam agenda pembangunan negara, posisi pasar yang kuat dari ketersediaan fasilitas produksi dan logistik yang terdiversifikasi dengan baik, serta profil keuangan yang konservatif untuk menopang langkah perusahaan memperkuat dominasi dalam industri bahan bangunan di Indonesia,” tutupnya.

Comments