in ,

Serapan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Baru 18,3 Persen dari Pagu Rp71 Triliun

FOTO : IST

Serapan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Baru 18,3 Persen dari Pagu Rp71 Triliun

Pajak.com, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintah masih mencatatkan serapan anggaran relatif rendah hingga awal September 2025. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi anggaran baru mencapai Rp13 triliun atau setara 18,3 persen dari total pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan sebesar Rp71 triliun.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menjelaskan, hingga 8 September 2025 program tersebut telah melayani 22,7 juta penerima yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pelayanan itu disalurkan melalui 7.644 Satuan Pendidikan Penyelenggara Gizi (SPPG).

“Sampai dengan 8 September kemarin telah melayani 22,7 juta penerima, dilayani oleh 7.644 SPPG. Jumlah ini terus meningkat,” jelas Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTA, dikutip Pajak.com pada Rabu (24/9/25).

Suahasil menuturkan, pemerintah optimistis pelayanan program makan bergizi gratis akan terus meningkat setiap harinya hingga mencapai target 82,9 juta penerima. “Dan saat ini [pada] 8 September yang lalu realisasinya adalah Rp13 triliun,” ujar Suahasil.

Dalam paparannya, Suahasil menjelaskan bahwa sebaran penerima MBG hingga September 2025 meliputi berbagai wilayah. Di Jawa, jumlah penerima mendominasi dengan 13,26 juta orang.

Kemudian, disusul Sumatera dengan 4,86 juta orang, Bali-Nusa Tenggara 1,34 juta orang, Sulawesi 1,70 juta orang, Kalimantan 1,03 juta orang, serta Maluku-Papua sebanyak 0,52 juta orang.

Pemerintah menyebut, keberadaan dapur umum yang tersebar di daerah menjadi penopang utama distribusi program ini. Kehadiran MBG juga diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi lokal, terutama dengan melibatkan petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM sebagai penyedia bahan pangan.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan, program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian. Program ini disebut telah menciptakan 290 ribu lapangan kerja baru di sektor dapur umum dan melibatkan lebih dari satu juta pelaku usaha kecil maupun sektor pertanian.

“MBG mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa,” ujar Prabowo dalam pidato Kenegaraan pada (15/8/25).

Dengan alokasi yang masih besar, yakni Rp71 triliun, pemerintah menargetkan cakupan program dapat diperluas hingga 82,9 juta penerima di seluruh Indonesia.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *