Purbaya Ungkap Peluang Pertumbuhan Ekonomi Menuju 6 Persen pada 2026
Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5,4 persen. Meski demikian, ia menilai masih terbuka peluang ekonomi nasional tumbuh lebih tinggi hingga mendekati 6 persen, seiring dengan penguatan berbagai mesin penggerak perekonomian.
Purbaya menjelaskan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2025 diperkirakan berada di kisaran 5,2 persen hingga akhir tahun. Sementara itu, pada 2026, pemerintah menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen sebagaimana tercantum dalam desain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Tahun 2025 sampai akhir tahun kira-kira 5,2 persen. Untuk 2026 kita prediksi 5,4 persen, sesuai dengan APBN,” kata Purbaya dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Selasa (23/12/25).
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak berhenti pada angka asumsi tersebut. Ia menyampaikan bahwa saat ini pemerintah tengah menghidupkan seluruh mesin ekonomi secara simultan. Dari sisi fiskal, kebijakan sudah mulai berjalan, sementara dari sisi moneter, koordinasi kebijakan dinilai semakin sinkron.
Selain itu, pemerintah juga terus berupaya memperbaiki iklim investasi guna mendorong aktivitas ekonomi yang lebih kuat. Menurut Purbaya, kombinasi kebijakan fiskal, moneter, dan perbaikan iklim usaha tersebut menjadi fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Ia pun optimistis bahwa capaian pertumbuhan ekonomi di atas 5,4 persen bukan hal yang mustahil. Bahkan, peluang untuk mencapai pertumbuhan ekonomi mendekati 6 persen pada 2026 masih terbuka, meskipun angka tersebut belum dijadikan asumsi resmi dalam APBN.
“Saya tetap melihat 6 persen bukan angka yang mutahil untuk tahun 2026, walaupun asumsi kita di 5,4 persen,” tegas Purbaya.
Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 tercatat mencapai 5,04 persen. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh sebesar 4,89 persen pada kuartal III-2025.
Sementara itu, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mencatat pertumbuhan 5,04 persen, mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek perekonomian.
Kinerja belanja pemerintah juga menunjukkan perbaikan signifikan dengan pertumbuhan mencapai 5,49 persen, sejalan dengan akselerasi belanja negara pada kuartal III. Sebelumnya, konsumsi pemerintah masih terkontraksi, yakni minus 1,37 persen pada kuartal I dan minus 0,33 persen pada kuartal II.
Dari sisi produksi, sebagian besar sektor usaha tumbuh positif. Sektor manufaktur mencatat pertumbuhan 5,54 persen yang ditopang oleh permintaan domestik dan ekspor. Sektor perdagangan tumbuh 5,49 persen seiring meningkatnya pasokan domestik.
Adapun sektor transportasi tumbuh kuat sebesar 8,62 persen, selaras dengan meningkatnya aktivitas distribusi barang dari sektor industri pengolahan dan perdagangan. Sementara itu, sektor informasi dan komunikasi tumbuh paling tinggi, yakni 9,65 persen, didorong oleh peningkatan aktivitas telekomunikasi.

Comments