in ,

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Bisa Tercapai Lewat Reformasi Investasi

FOTO : IST

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Bisa Tercapai Lewat Reformasi Investasi

Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa percepatan pertumbuhan ekonomi menuju target 8 persen hanya dapat dicapai apabila Indonesia melakukan reformasi investasi secara menyeluruh. Pembenahan ini dinilai mendesak mengingat daya saing Indonesia masih tertinggal dari negara tetangga, tecermin dari keputusan Nvidia menempatkan investasi di Johor, bukan Indonesia.

Sebagai langkah strategis, pemerintah membentuk Task Force Debottlenecking untuk membuka hambatan investasi yang selama ini mengganggu aktivitas bisnis. Satuan tugas ini berfungsi sebagai wadah bagi pelaku usaha untuk melaporkan kendala nyata di lapangan, yang kemudian akan dibahas dan diputuskan melalui sidang debottlenecking secara rutin.

“Di situ, Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, para pelaku bisnis, kalau ada hambatan di bisnis Anda, Anda bisa lapor dan kami akan sidangkan. Saya sudah memutuskan mengalokasikan waktu satu hari penuh untuk memimpin sidang debottlenecking,” ungkap Purbaya dalam Pembukaan Rapimnas Kadin 2025 di Jakarta, dikutip Pajak.com pada Selasa (2/12/25).

Purbaya optimistis bahwa pendekatan berbasis permasalahan lapangan akan mempercepat perbaikan iklim investasi. Optimisme ini didukung pengalaman pemerintah dalam menyelesaikan 193 kasus debottlenecking bernilai Rp894 triliun sepanjang 2016 hingga 2019. Ia menegaskan bahwa reformasi regulasi akan diarahkan berdasarkan temuan langsung di lapangan agar intervensi pemerintah lebih tepat sasaran.

“Ke depan, kita akan perbaiki itu, sehingga nanti iklim bisnis akan kita perbaiki secara bertahap langsung dari lapangan, nanti dari situ kita betulin peraturannya. Bukan dari peraturan ke lapangan, tapi dari lapangan ini ke peraturan nanti,” jelasnya.

Selain penyederhanaan birokrasi, pemerintah juga memprioritaskan pengamanan pasar domestik dari serbuan produk impor ilegal, termasuk pengetatan pengawasan border terhadap barang bekas ilegal. Upaya ini diarahkan untuk memberi ruang lebih besar bagi industri lokal agar dapat tumbuh dan berdaya saing.

Menurut Purbaya, kombinasi antara penguatan permintaan domestik, kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter, serta reformasi iklim investasi merupakan fondasi utama untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan skenario tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan 6 persen mulai tahun depan, sebelum didorong lebih agresif menuju 8 persen dalam empat hingga lima tahun mendatang.

“Jadi, tumbuh 8 persen, susah, tapi bukan angka yang mustahil kalau kita ajukan secara bertahap. Jadi fiskal, sektor keuangan dan iklim investasi perbaiki,” pungkasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *