in ,

Purbaya Optimistis Konsumsi Rumah Tangga Bakal Tumbuh 5,5 Persen pada Kuartal IV-2025

FOTO : IST

Purbaya Optimistis Konsumsi Rumah Tangga Bakal Tumbuh 5,5 Persen pada Kuartal IV-2025

Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis konsumsi rumah tangga akan tumbuh kuat pada kuartal IV-2025. Ia memperkirakan pertumbuhan konsumsi mampu menembus level 5,5 persen, bahkan berpotensi lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, seiring meningkatnya daya beli masyarakat.

“Kan kita enggak pernah proyeksi di atas 5,5 persen sebelumnya kan. Kalau saya pikir 5,5 persen atau lebih,” ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, dikutip Pajak.com pada Rabu (22/10/25).

Ia menuturkan, tren konsumsi masyarakat menunjukkan perbaikan yang semakin jelas dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data penjualan ritel Bank Indonesia (BI), aktivitas konsumsi mulai meningkat signifikan sejak September 2025. Purbaya menilai, hal tersebut merupakan hasil dari kebijakan pemerintah yang telah mulai memberikan dampak nyata pada perekonomian nasional.

“Karena sebagian dampak dari uang yang saya gunakan sudah mulai kerasa di sistem. Saya pikir Oktober, November, Desember akan lebih sebagian lagi dampak yang terlihat di ekonomi,” jelasnya.

Adapun, salah satu langkah strategis Purbaya untuk mendorong konsumsi rumah tangga adalah dengan mengalihkan dana pemerintah yang sebelumnya disimpan di Bank Indonesia (BI) ke bank-bank milik negara. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat likuiditas perbankan dan mempercepat penyaluran kredit ke sektor riil.

Adapun total dana yang ditempatkan mencapai Rp200 triliun. Dana tersebut disalurkan ke lima bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS).

Rinciannya, BRI, BNI, dan Bank Mandiri masing-masing menerima Rp55 triliun, BTN memperoleh Rp25 triliun, sementara BSI mendapatkan Rp10 triliun.

Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mengevaluasi efektivitas penempatan dana di lima bank tersebut, serta membuka kemungkinan untuk menambah jumlah dana apabila dampaknya terhadap perekonomian belum optimal.

“Dan kita akan lihat terus perkembangan uang seperti apa. Kalau masih kurang, saya akan tambah,” pungkas Purbaya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *