PTBA Bukukan Laba Bersih Rp833,05 Miliar pada Semester I-2025
Pajak.com, Jakarta – Di tengah tantangan pasar global, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) anggota holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertambangan MIND ID berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp833,05 miliar pada semester I-2025. Capaian ini ditopang oleh kenaikan pendapatan konsolidasi, peningkatan volume produksi, serta penjualan batu bara yang tetap terjaga di tengah tekanan pasar global.
Sepanjang Januari hingga Juni 2025, PTBA membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp20,45 triliun. Angka ini naik 4 persen dibandingkan Rp19,64 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Aset perusahaan juga mengalami peningkatan 2 persen, dari Rp41,79 triliun pada 31 Desember 2024 menjadi Rp42,68 triliun per 30 Juni 2025.
Meski dihadapkan pada kondisi pasar yang dinamis, PTBA berhasil mencetak earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) mencapai Rp2,20 triliun. Direktur Keuangan PTBA Una Lindasari menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari perbaikan kinerja operasional yang konsisten.
“Ke depan, PTBA akan terus mendorong efisiensi biaya, meningkatkan kinerja aset, serta memperluas portofolio usaha yang berkelanjutan,” jelasnya dalam keterangan resminya, dikutip Pajak.com pada Rabu (17/9/25).
Dari sisi operasional, volume produksi batu bara PTBA pada semester I-2025 mencapai 21,73 juta ton, meningkat 16 persen dibandingkan 18,76 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, total penjualan batu bara perusahaan mencapai 21,62 juta ton atau naik 8 persen dari 20,05 juta ton pada semester I-2024.
Komposisi penjualan batu bara PTBA didominasi pasar domestik sebesar 54 persen, sementara 46 persen sisanya ditujukan untuk ekspor. Walaupun terjadi penurunan permintaan dari pasar tradisional seperti Tiongkok, perusahaan mampu menjaga kinerja dengan memperluas ekspor ke Bangladesh, India, Vietnam, Filipina, dan Thailand.
Selain fokus pada bisnis batu bara, PTBA semakin agresif memperkuat portofolio energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari komitmen mendukung target Net Zero Emission 2060. Pada 17 Juni 2025, PTBA melalui anak usahanya PT Bukit Energi Investama (BEI) resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Timah Industri berkapasitas 303,1 kWp di Kawasan Industri Cilegon.
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara BEI selaku investor, PT Krakatau Chandra Energy sebagai pengelola kawasan dan kontraktor EPC, serta PT Timah Industri sebagai pengguna energi. Dengan beroperasinya PLTS tersebut, kapasitas terpasang PLTS PTBA kini mencapai 1 megawatt-peak (MWp).
Melalui langkah ini, PTBA tidak hanya mempertegas perannya sebagai pionir energi bersih, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata terhadap pencapaian target energi terbarukan nasional. Sinergi antar BUMN dalam proyek ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kolaborasi lain dalam membangun ketahanan energi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Comments