PLN Perkuat Jalur Pasar Karbon Global melalui Investasi Transisi Energi
Pajak.com, Brasil – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN memperkuat jalur pasar karbon global melalui investasi transisi energi. Hal ini disampaikan PLN dalam rangkaian diskusi panel bertajuk Scalling-Up Carbon Markets: Opportunities for Global Collaboration” dalam rangkaian kegiatan COP30 Belém 2025 di Brasil.
Dalam diskusi yang dihadiri berbagai negara ini PLN juga memaparkan langkah konkret untuk mendorong integritas, transparansi, dan keterhubungan pasar karbon Indonesia dengan pasar global.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Eddy Soeparno menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mendorong pertumbuhan ekonomi rendah karbon sangat bergantung pada konsistensi regulasi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Oleh sebab itu, COP30 menjadi momentum penting untuk menunjukkan kesiapan Indonesia memimpin ekosistem karbon yang kredibel di kawasan.
“Indonesia harus hadir dengan sinyal yang jelas bahwa kita siap membangun ekosistem karbon yang transparan, terukur, dan mampu menciptakan nilai ekonomi yang nyata. Untuk itu, sinkronisasi kebijakan lintas sektor bukan lagi pilihan, tetapi keharusan agar pasar karbon kita benar-benar menjadi pusat gravitasi kolaborasi regional,” ujar Eddy dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com (25/11/25).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Tata Kelola Penerapan Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup Ignatius Wahyu Marjaka menyebut bahwa Indonesia telah menyiapkan langkah strategis yang selaras dengan standardisasi dan mekanisme perdagangan karbon internasional. Hal ini mencakup kolaborasi dengan mitra negara, lembaga sertifikasi global, serta penyiapan platform yang dapat menghubungkan instrumen perdagangan karbon domestik dan internasional.
“Indonesia sebenarnya telah mulai mengembangkan kebijakan pasar karbon internasional dengan memperkenalkan perjanjian bilateral dengan beberapa negara mitra, salah satunya adalah Norwegia,” ungkap Wahyu.
Di sisi lain, ia memastikan bahwa penguatan integritas pasar karbon menjadi prioritas nasional, terutama dalam mendorong pemahaman lintas sektor, kesiapan infrastruktur, serta peningkatan kapasitas tata kelola.
“Aspek teknologi, transparansi, dan akuntabilitas pasar menjadi faktor kunci untuk memastikan kredibilitas Indonesia dalam perdagangan karbon global,” tandas Wahyu.
Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN Evy Haryadi, optimistis, Indonesia memiliki potensi besar untuk membangun ekosistem karbon yang kuat. Untuk itu, PLN siap menjadi katalisator pasar karbon.
Pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, PLN menargetkan penambahan 52,9 GW energi terbarukan termasuk baseload, variable energy, dan energy storage system.
“Potensi ekspansi energi terbarukan PLN mampu menghasilkan hingga 250 juta ton green attribute. Ini bukan hanya pemenuhan regulasi, tetapi peluang nyata menciptakan nilai ekonomi hijau dan mempercepat transisi energi nasional. PLN siap menjadi katalisator dalam memastikan pasar karbon berjalan kredibel,” urai Evy.
PLN juga memastikan setiap penerbitan carbon credit telah memenuhi standardisasi global sesuai prinsip kunci dari high-integrity carbon.

Comments