PGN Catatkan Laba Bersih 237,9 Juta dolar AS, Ini Strateginya
Pajak.com, Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai subholding gas PT Pertamina (Persero) mencatatkan laba bersih mencapai 237,9 juta dolar Amerika Serikat (AS) hingga 30 September 2025. Laba itu didapatkan dari pendapatan yang terkumpul sebesar 2,9 miliar dolar AS atau meningkat sekitar 3,8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. PGN pun mengungkapkan sejumlah strategi untuk mencapai hal itu.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menjelaskan bahwa PGN menjaga kesinambungan pasokan energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG serta koordinasi intensif dengan Pemerintah dan pemangku kepentingan strategis lainnya.
“Menjaga keandalan pasokan gas bumi bagi pelanggan merupakan prioritas utama PGN. Kami menerapkan pengelolaan volume secara adaptif serta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memastikan ketersediaan pasokan tambahan dan keberlanjutan layanan energi bagi seluruh pelanggan,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis, dikutip Pajak.com (6/11/25).
Ia menambahkan bahwa PGN terus melakukan efisiensi biaya dan disiplin pengelolaan keuangan sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko dan penguatan struktur modal.
“Kami menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas dan portofolio bisnis, termasuk langkah selektif pada proyek prioritas. Strategi ini penting untuk memperkuat resiliensi korporasi dalam menghadapi dinamika industri dan bisnis ke depan,” jelas Fajriyah.
Pertumbuhan basis pelanggan juga menunjukkan tren positif, dengan total pelanggan mencapai 823.266, bertambah lebih dari 6.600 pelanggan baru sepanjang tahun, terutama berasal dari sektor rumah tangga dan pelanggan kecil. Hal ini mencerminkan meningkatnya pemanfaatan gas bumi sebagai energi bersih dan efisien oleh masyarakat.
Secara simultan, PGN juga konsisten pada aspek sustainability dengan realisasi dekarbonisasi sebesar 28.387 tCO2eq hingga akhir September 2025—terutama dikontribusikan dari efisiensi energi melalui penggunaan gas fuel pada generator.
“Dengan strategi mitigasi risiko, efisiensi berkelanjutan, dan fokus pada proyek bernilai tambah tinggi, diharapkan dapat menempatkan PGN pada posisi yang solid untuk menjaga stabilitas operasional menuju pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan,” tegas Fajriyah.
Pada kesempatan yang sama, Vice President Corporate Communications Pertamina Fadjar Djoko Santoso memastikan perseroan terus mendorong subholding dan anak usahanya untuk memperkuat kinerja operasional serta keuangan secara berkelanjutan.
“Meningkatnya kinerja subholding fas akan berkontribusi bagi kinerja perseroan dalam melayani kebutuhan gas nasional yang menjadi energi prioritas di era transisi energi,”ujar Fadjar.

Comments