Pendidikan Jadi Senjata Prabowo Atasi Kemiskinan, dari Sekolah Rakyat hingga Renovasi 13 Ribu Sekolah
Pajak.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memutus rantai kemiskinan absolut melalui pembangunan Sekolah Rakyat. Program ini ditujukan bagi masyarakat dari kelompok ekonomi terbawah dan telah mulai berjalan sejak 14 Juli 2025.
“Salah satu upaya kita memutus rantai kemiskinan absolut adalah kita membentuk Sekolah Rakyat. Kita sudah berhasil membangun dan membuka 100 Sekolah Rakyat, kita harapkan tahun depan akan menjadi 200 dan tahun selanjutnya akan menjadi 300,” kata Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Jakarta, dikutip Pajak.com, Jumat (15/8/2025).
Prabowo mengemukakan, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi masyarakat dari Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni kelompok dengan penghasilan sangat rendah. Nantinya, siswa akan diasramakan dan dipastikan mendapatkan pembinaan serta pendidikan berkualitas.
“Anak-anak yang miskin, kalau orang tuanya miskin, mereka tidak perlu untuk terus miskin. Ini yang telah kita upayakan dan ini yang sedang kita kerjakan sekarang,” imbuh Prabowo.
Berdasarkan data Kementerian Sosial, program ini telah dimulai di 63 lokasi sejak pertengahan Juli, dan akan bertambah 37 titik pada pekan ini atau pekan depan, serta 59 titik lainnya pada September. Secara total, Sekolah Rakyat Rintisan 2025 dilaksanakan di 190 titik dengan kapasitas lebih dari 15.000 siswa. Program ini melibatkan lebih dari 2.000 guru dan 4.000 tenaga kependidikan, termasuk wali asrama dan wali asuh.
Adapun lokasi sekolah tersebar di berbagai provinsi, termasuk Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, dan Papua. Di sisi lain, dua perguruan tinggi, Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), telah menyatakan dukungan penuh terhadap program ini.
Selain Sekolah Rakyat, Prabowo juga menyebut pemerintah tengah mempersiapkan pembangunan sekolah unggulan untuk mempercepat kemajuan Indonesia di bidang sains dan teknologi. Program ini akan melibatkan sekolah yang sudah ada, serta menambah SMA Taruna Nusantara Terintegrasi di seluruh pelosok negeri.
“Kami juga akan mencanangkan 20 Sekolah Unggul Garuda dan 80 Sekolah Unggul Garuda Transformasi,” jelas Prabowo.
Prabowo juga menyebut, pemerintah akan membuka 148 program studi di 57 fakultas kedokteran, terdiri dari 125 prodi spesialis, 23 prodi subspesialis, serta tambahan 25 prodi kedokteran umum dan kedokteran gigi. Kuota beasiswa mahasiswa kedokteran juga akan ditingkatkan.
Selanjutnya, untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan, pemerintah merencanakan renovasi lebih dari 13.000 sekolah dan 1.400 madrasah pada tahun ini.
“Jumlah ini masih jauh dari yang kita harapkan, tetapi tahun ini menjadi langkah awal. Tahun depan, kita akan cari uang untuk menambah hal ini,” ujar Prabowo.
Sementara untuk mengatasi keterbatasan guru di daerah tertinggal, Prabowo menyebut pemerintah bakal mendistribusikan smart TV ke sekolah-sekolah di pelosok, memungkinkan siswa mengikuti pelajaran dari guru terbaik secara virtual.
“Anak-anak di desa tertinggal yang belum memiliki guru berkualitas, tetap dapat mengikuti pelajaran dari guru-guru terbaik yang mengajar secara virtual,” ucap Prabowo.

Comments