Pemerintah Patok Pertumbuhan Ekonomi 2026 Capai 5,4 Persen, Puan Maharani: Masih Realistis dan Moderat!
Pajak.com, Jakarta – Pemerintah di bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4 persen pada 2026 sebagaimana tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). Ketua DPR RI Puan Maharani menilai target tersebut masih moderat dan realistis, dengan catatan program serta kebijakan pemerintah dijalankan dengan baik.
“Masih realistis, masih moderat. Namun ya tentu saja kita harus lihat dulu bagaimana program dan kebijakan-kebijakan yang memang diinginkan oleh pemerintah,” ujar Puan usai rapat paripurna DPR dengan agenda pengambilan keputusan terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2024 di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Pajak.com pada Jumat (22/8/25).
Puan menegaskan, seluruh catatan dari pemerintah maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai pelaksanaan APBN telah dipaparkan di rapat paripurna dan akan segera ditindaklanjuti. “Catatan-catatannya sudah disampaikan oleh pemerintah melalui Menteri Keuangan [Sri Mulyani] dan catatan dari BPK juga sudah disampaikan, jadi tinggal ditindaklanjuti dan kemudian akan menjadi undang-undang,” ujarnya.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu juga memastikan RAPBN 2026 akan mulai dibahas secara rinci melalui rapat kerja di seluruh komisi DPR. “Kita akan membahas RAPBN tahun 2026 yang akan dimulai rakernya dan dibahas di semua komisi yang ada di DPR,” tambahnya.
Puan menekankan bahwa kepastian tercapainya target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen baru dapat dilihat setelah RAPBN 2026 dibahas secara mendalam di tiap komisi DPR. Ia menyebut hasil pembahasan tersebut akan menentukan apakah target bisa dipertahankan, disesuaikan, atau bahkan diperbaiki lebih lanjut bersama pemerintah.
“Setelah dibahas di komisi-komisi, kita baru bisa melihat apakah dimungkinkan atau perlu di-adjust, atau perlu diperbaiki, atau bagaimana nanti setelah ada pembahasannya bersama dengan komisi,” pungkas Puan.
Untuk diketahui, pemerintah menetapkan sejumlah indikator ekonomi utama dalam RAPBN 2026. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,4 persen dengan inflasi terkendali di level 2,5 persen. Suku bunga SBN diproyeksikan berada di kisaran 6,9 persen, sementara nilai tukar rupiah dipatok sekitar Rp16.500 per dolar AS.
Tingkat pengangguran terbuka 2026 ditargetkan turun ke 4,44 persen hingga 4,96 persen, sedangkan angka kemiskinan diturunkan ke kisaran 6,5 persen hingga 7,5 persen. Rasio Gini diproyeksikan berada di level 0,377 hingga 0,380, dengan Indeks Modal Manusia ditargetkan mencapai 0,57.
Selain itu, pemerintah menekankan peningkatan Indeks Kesejahteraan Petani serta penciptaan lapangan kerja formal sebagai bagian dari agenda prioritas.

Comments