in ,

Pemerintah Pastikan Pasokan BBM Tetap Terjaga di Wilayah Bencana Sumatera

foto : ist

Pemerintah Pastikan Pasokan BBM Tetap Terjaga di Wilayah Bencana Sumatera

Pajak.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tetap terjaga.

Kementerian ESDM mengklaim bahwa pasokan BBM di Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen telah kembali normal melalui pengalihan suplai dari Fuel Terminal (FT) Krueng. Untuk wilayah dengan kerusakan berat seperti Aceh Tamiang, tiga SPBU beroperasi secara terbatas menggunakan Portable Tank Operasional (PTO) dan drum sambil menunggu perbaikan fasilitas.

Sementara daerah yang masih terisolir antara lain Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues, dilayani melalui skema distribusi multimoda dan jalur udara untuk kebutuhan alat berat, evakuasi, dan dapur umum.

“Sejak awal arahan Bapak Menteri sangat jelas, pasokan energi untuk kebutuhan dasar masyarakat dan penanganan bencana tidak boleh terputus, meskipun akses darat belum sepenuhnya pulih,” ujar Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Rudy Sufahriadi di Jakarta, dikutip Pajak.com pada Rabu (10/12/25).

Untuk LPG di Aceh, suplai dilakukan melalui jalur laut Lhokseumawe-Banda Aceh serta dukungan dari Sumatera Utara via jalur barat. Distribusi udara digunakan secara terbatas dan selektif untuk kebutuhan dapur umum di wilayah terisolir.

Di Sumatera Utara, pasokan BBM di Kota Medan telah kembali normal tanpa antrean panjang. Seluruh SPBU di Sibolga dan Tapanuli Tengah juga beroperasi normal.

Adapun, untuk delapan kabupaten/kota yang sebelumnya bergantung pada suplai dari FT Sibolga, namun aksesnya masih terganggu, Pertamina melakukan alih suplai dari Dumai, Siantar, dan Teluk Kabung. Penyesuaian dilakukan melalui penambahan mobil tangki (MT) dan awak mobil tangki (AMT), peningkatan ketahanan stok, serta perubahan rute distribusi.

“Penguatan suplai ini adalah bentuk tindak lanjut konkret atas hasil tinjauan lapangan Menteri ESDM, agar tidak terjadi kelangkaan maupun gejolak di masyarakat,” kata Rudy.

Penataan distribusi juga diprioritaskan untuk SPBU dengan kebutuhan tinggi seperti SPBU Batang Toru di Tapanuli Selatan melalui tambahan Pertalite dan Biosolar sejak 5 hingga 7 Desember 2025. Untuk LPG di Sibolga dan Tapanuli Tengah, distribusi dilakukan menggunakan kapal dari Teluk Kabung serta dukungan tabung dari SPBE Pakpak Bharat.

Di Sumatera Barat, pasokan BBM dan LPG relatif aman. Hambatan distribusi masih terjadi akibat putusnya jalan nasional Lembah Anai dan kemacetan di Sitinjau Lauik. Kementerian ESDM mengoordinasikan pemulihan akses darat serta pemulihan kelistrikan dan jaringan komunikasi di lokasi tersebut.

“Kami terus berkoordinasi lintas sektor, termasuk dengan aparat penegak hukum, untuk memastikan distribusi BBM dan LPG ke wilayah terisolir berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran,” tegas Rudy.

Menurut Rudy, Kementerian ESDM akan melanjutkan pemantauan harian dan evaluasi lapangan hingga seluruh akses dapat digunakan kembali dan suplai energi normal di seluruh wilayah yang terdampak.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *