Pemerintah Pastikan KUR di Sumatera Barat Tersedia hingga Akhir 2025
Pajak.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Sumatera Barat tetap tersedia dan dapat dimanfaatkan pelaku usaha hingga akhir tahun 2025.
Realisasi KUR di Sumatera Barat telah mencapai Rp6,46 triliun kepada 104.389 debitur hingga 31 Oktober 2025. Capaian tersebut menempatkan Sumatera Barat sebagai salah satu dari sepuluh provinsi dengan penyaluran KUR terbesar secara nasional.
Sementara secara nasional, penyaluran KUR telah mencapai Rp228,05 triliun atau 80,17 persen dari target plafon nasional tahun 2025 sebesar Rp284,47 triliun.
Secara komposisi, penyaluran KUR di Sumatera Barat didominasi oleh KUR Mikro dengan nilai Rp4,13 triliun. Penyaluran KUR Kecil tercatat sebesar Rp2,34 triliun, disusul KUR Super Mikro senilai Rp2,33 miliar dan KUR Penempatan PMI Rp105 juta.
Berdasarkan sektor ekonomi, 64 persen dari total penyaluran KUR mengalir ke sektor produksi, sedangkan 36 persen sisanya ke sektor non-produksi. Dari sisi wilayah, Kota Padang menjadi daerah dengan realisasi tertinggi sebesar Rp841,89 miliar. Berikutnya, Kabupaten Pesisir Selatan mencatat penyaluran Rp828,52 miliar, dan Kabupaten Pasaman Barat sebesar Rp602,77 miliar.
“Pemerintah terus berupaya mengoptimalkan penyaluran KUR secara nasional, serta memastikan agar pelaksanaan program ini berjalan tepat sasaran dan berkualitas. Untuk itu, koordinasi dengan berbagai Kementerian/Lembaga dan Penyalur KUR senantiasa kami perkuat, termasuk di wilayah Sumatera Barat,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kemenko Bidang Perekonomian Ferry Irawan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kinerja KUR, dikutip Pajak.com pada Jumat (14/11/25).
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini merupakan langkah pemerintah untuk mempercepat penyaluran KUR sekaligus memastikan akses pembiayaan tetap terjaga bagi pelaku usaha hingga akhir 2025. Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut atas hasil Rapat Kerja Komite IV DPD RI bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 3 November 2025 yang menekankan pentingnya percepatan realisasi KUR di Sumatera Barat.
Dari hasil koordinasi dengan enam penyalur KUR terbesar di provinsi ini yakni Bank Nagari, BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BSI dipastikan bahwa kuota KUR di Sumatera Barat masih memadai dan dapat diakses masyarakat hingga akhir tahun. Hal tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dan penyalur KUR dalam menjaga ketersediaan pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM di daerah.
Melalui evaluasi ini, pemerintah berharap penyaluran KUR di Sumatera Barat tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga semakin berkualitas, tepat sasaran, dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan dukungan pembiayaan yang terjaga, UMKM diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal sepanjang 2025.

Comments