in ,

Pemerintah Janji Percepat Pemulihan Listrik, Telekomunikasi, dan Logistik Pascabencana di Sumatra

Pemerintah Janji Percepat Pemulihan Listrik, Telekomunikasi, dan Logistik Pascabencana di Sumatra

Pajak.com, Jakarta – Pemerintah berjanji akan mempercepat pemulihan infrastruktur dasar mulai dari listrik, telekomunikasi, hingga logistik di wilayah Sumatra yang terdampak banjir dan longsor. Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan layanan vital dapat segera kembali berfungsi, terutama di daerah yang aksesnya masih terputus.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyampaikan bahwa distribusi bantuan telah digencarkan sejak hari pertama bencana. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak hanya fokus mengirim bantuan, tetapi juga memastikan alurnya benar-benar sampai ke masyarakat.

“Pemerintah terus memastikan kelancaran pengiriman layanan dasar ke seluruh wilayah bencana. Kita telah mengirimkan lebih dari 500 ribu ton bantuan dari berbagai pihak, baik itu paket sembako, makanan siap saji, obat-obatan, tenda, selimut, serta bantuan langsung lainnya untuk warga terdampak, termasuk daerah yang jalur aksesnya terputus,” ujar Pratikno, dikutip Pajak.com pada Kamis (4/12/25).

Untuk memperkuat koordinasi, pemerintah telah mengaktifkan posko terpadu di tingkat provinsi dan kabupaten. Selain itu, pos pendamping dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, dan kementerian terkait telah ditempatkan di berbagai titik guna memastikan distribusi logistik berjalan lancar dan tepat sasaran.

Pratikno merinci bahwa pemerintah mengerahkan berbagai armada untuk menjangkau wilayah yang hingga kini masih sulit terakses. Ia menjelaskan bahwa pesawat angkut A400 telah diterjunkan untuk mobilisasi logistik berskala besar, sementara lebih dari 50 helikopter dari TNI, Polri, dan BNPB digunakan untuk mencapai wilayah terisolir.

Ia juga menyampaikan laporan mengenai daerah yang aksesnya terputus seperti Aceh Tamiang dan Langsa, yang per hari sebelumnya telah berhasil dijangkau melalui air drop menggunakan pesawat angkut TNI AU jenis CN-295, A-2904, dan C-130J Super Hercules. Selain itu, penyaluran logistik turut diperkuat melalui jalur laut menggunakan kapal TNI dan kapal angkut lainnya.

Selain memastikan bantuan tiba di lokasi, pemerintah juga bergerak cepat memperbaiki sarana dan prasarana utama di lapangan. TNI, Polri, dan berbagai instansi telah mendirikan posko logistik, pos kesehatan, dapur lapangan, serta dapur SPPG. Sementara itu, BUMN turut digerakkan untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik, telekomunikasi, akses jalan, hingga distribusi BBM.

Pratikno menyampaikan bahwa pemulihan infrastruktur tersebut ditargetkan selesai pada Jumat, 5 Desember 2025. Ia menuturkan bahwa PLN berhasil mempersingkat waktu perbaikan yang sebelumnya membutuhkan lima hingga enam hari menjadi hanya dua hingga tiga hari. Dengan percepatan ini, aliran listrik di jalur Arun–Bireuen maupun Tarutung–Sibolga yang masih padam diharapkan dapat segera kembali beroperasi.

Dari sektor telekomunikasi, PT Telkom Indonesia menurunkan 2.498 personel untuk mempercepat pemulihan jaringan di wilayah terdampak. Pada saat yang sama, pengiriman BBM melalui jalur darat terus didorong oleh Pertamina dengan dukungan berbagai pihak, terutama ke wilayah yang belum dapat dijangkau transportasi udara.

Tak hanya fokus pada pemulihan infrastruktur, pemerintah juga menelusuri penyebab kerusakan lingkungan yang memperparah bencana. Menko Pratikno mengonfirmasi bahwa pemerintah sedang menginvestigasi keberadaan gelondongan kayu yang ikut terbawa arus banjir.

“Saat ini Satgas Penertiban Kawasan Hutan sudah turun tangan menelusuri dugaan gelondongan kayu yang banyak terbawa arus banjir. Pemerintah terus menelusuri pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran melalui analisis citra satelit,” ujar Pratikno.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *