Pemerintah Gelontorkan Rp281,6 Triliun untuk Subsidi BBM hingga LPG 3 Kg pada 2025
Pajak.com, Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah merealisasikan penyaluran subsidi tahun 2025 sebesar Rp281,6 triliun atau setara 91,4 persen terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Anggaran tersebut mencakup subsidi energi dan non-energi yang ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan berbagai barang kebutuhan dengan harga bersubsidi hingga akhir tahun.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menjelaskan bahwa realisasi subsidi 2025 sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, khususnya pada subsidi energi. Faktor tersebut antara lain fluktuasi asumsi makro dan parameter subsidi, seperti Indonesian Crude Price (ICP), nilai tukar, serta volume penyaluran. Sementara itu, untuk subsidi non-energi, pemerintah melakukan penyederhanaan regulasi agar manfaat subsidi dapat lebih cepat dirasakan masyarakat.
“Subsidi tahun 2025 telah dibayarkan Rp281,6 triliun, yang di sini adalah meliputi subsidi energi maupun non-energi,” kata Suahasil dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Jumat (9/1/26).
Dalam pemaparannya, Suahasil menyampaikan bahwa penyederhanaan regulasi pada subsidi pupuk telah dilakukan sejak awal 2025. Langkah ini memungkinkan penurunan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sehingga distribusinya menjadi lebih mudah dan cepat sampai kepada pihak yang membutuhkan, khususnya petani.
Kemenkeu mencatat bahwa realisasi hingga 31 Desember 2025 menunjukkan seluruh volume barang bersubsidi mengalami peningkatan dibandingkan 2024. Penyaluran BBM bersubsidi tercatat mencapai 18.979,3 ribu kiloliter, meningkat 4,7 persen dari realisasi 2024 sebesar 18.121,9 ribu kiloliter. Untuk LPG 3 kg, realisasi penyaluran naik menjadi 8.544,9 juta kg dari sebelumnya 8.226,5 juta kg atau tumbuh 3,9 persen.
Peningkatan juga terjadi pada sektor kelistrikan. Jumlah pelanggan listrik bersubsidi pada 2025 mencapai 42,8 juta pelanggan, naik 2,6 persen dibandingkan 41,7 juta pelanggan pada 2024. Di sektor pertanian, penyaluran pupuk bersubsidi meningkat signifikan menjadi 8,1 juta ton, tumbuh 12,1 persen dari realisasi tahun sebelumnya sebesar 7,2 juta ton.
Sementara itu, subsidi perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah menunjukkan kenaikan paling tinggi. Realisasi rumah bersubsidi pada 2025 mencapai 278,9 ribu unit, melonjak 39,5 persen dibandingkan realisasi 2024 yang tercatat 200 ribu unit.

Comments