Pemerintah Beri Diskon Tarif Tiket Pesawat hingga Tol Selama Libur Nataru 2025
Pajak.com, Jakarta – Pemerintah resmi menyiapkan rangkaian diskon besar-besaran pada moda transportasi dan tarif tol untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Kebijakan ini menjadi bagian dari paket stimulus akhir tahun yang difokuskan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari rapat Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) yang memantau realisasi belanja pemerintah, efektivitas kebijakan pendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat, serta kesiapan menghadapi masa libur Nataru.
“Jadi hari ini baru saja kami mengadakan Rapat Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah dan tadi memantau terkait dengan realisasi belanja hingga hari ini. Kemudian terkait monitoring kebijakan pendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat dan persiapan Nataru dan implementasi perizinan berusaha berbasis risiko,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Kamis (27/11/25).
Airlangga menekankan bahwa pemerintah terus mempercepat belanja kementerian dan lembaga, terutama yang memiliki alokasi anggaran besar, serta mendorong percepatan program prioritas Presiden Prabowo Subianto seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat, cek kesehatan gratis, listrik pedesaan, kampung nelayan, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesera. Selain itu, berbagai stimulus ekonomi juga terus digulirkan sebagai penguat daya beli.
Terkait persiapan libur akhir tahun, Airlangga memastikan bahwa program diskon transportasi telah dirampungkan secara teknis. “Nah kesiapan Nataru, nanti program diskon transportasi ini sudah disiapkan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa diskon tarif tersebut akan mencakup berbagai moda transportasi, mulai dari kereta api, angkutan laut, angkutan penyeberangan, hingga angkutan udara. Kementerian Pekerjaan Umum juga telah menyiapkan pemberlakuan diskon tarif tol selama tiga hari pada 22, 23, dan 31 Desember, dengan besaran potongan antara 10–20 persen yang diterapkan di 26 ruas tol, terdiri atas 2 ruas di Jabodetabek, 9 di Trans Jawa, 3 di Nonjawa, dan 12 di Trans Sumatera.
Adapun program Diskon Tiket Transportasi 2025/2026 disiapkan sejak menjelang kuartal keempat. Seluruh aspek teknis telah dibahas dalam Satgas P2SP. Diskon moda udara bahkan telah berlaku lebih awal sejak akhir Oktober 2025 setelah terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 71 Tahun 2025 (PMK 71/2025) yang memberikan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah untuk jasa angkutan udara.
Sementara itu, diskon untuk kereta api, kapal laut, dan angkutan penyeberangan mulai diberlakukan 21 November 2025 pukul 00.01 WIB. Sedangkan diskon perjalanan berlaku mulai 22 Desember 2025 sampai 10 Januari 2026 (khusus kapal laut dimulai 17 Desember 2025).
Kebijakan diskon transportasi selama masa libur Nataru 2025 dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat melalui empat moda transportasi utama serta dukungan tarif tol. Untuk layanan kereta api, pemerintah menyiapkan potongan harga sebesar 30 persen bagi perjalanan kereta ekonomi komersial pada 156 KA reguler dan 26 KA tambahan, dengan kuota mencapai 1.509.080 penumpang melalui seluruh kanal resmi PT KAI.
Di sektor angkutan laut, penumpang kapal kelas ekonomi PT PELNI akan memperoleh diskon tarif dasar 20 persen atau setara 16 hingga 18 persen dari total harga tiket yang ditargetkan menyasar 405.881 penumpang. Untuk layanan penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan pembebasan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan atau setara diskon riil rata-rata 19 persen dari tarif terpadu, yang berlaku di 8 lintasan pada 16 pelabuhan dan mencakup 227.560 penumpang serta 491.776 kendaraan, dengan estimasi total sekitar 2,34 juta penumpang melalui aplikasi Ferizy.
Pada moda transportasi udara, masyarakat dapat menikmati potongan 13 hingga 14 persen sebagai hasil pengurangan sejumlah komponen biaya operasional, di mana kebijakan ini menyasar sekitar 3,59 juta penumpang dan turut diperkuat dengan perpanjangan jam operasional bandara.

Comments