Menkeu Purbaya Ungkap Alasan Suntik Tambahan Dana Rp76 Triliun ke Perbankan
Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan pemerintah kembali menyuntikkan dana sebesar Rp76 triliun ke sejumlah bank Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Purbaya menjelaskan bahwa tambahan likuiditas tersebut diberikan setelah indikator uang primer (base money) menunjukkan pelemahan pada Oktober 2025, sehingga pemerintah menilai perlu ada dorongan agar stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.
“Tapi kita lihat tuh pertumbuhan uang primary-nya, M0 ya base money-nya, itu di bulan Oktober agak turun sedikit ke 7,7 persen dibanding di September akhir yang 13,3 persen,” kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTA, dikutip Pajak.com pada Jumat (21/11/25).
Dengan kondisi tersebut, lanjut Purbaya, Kemenkeu kembali mengalirkan dana sebesar Rp76 triliun ke sejumlah bank besar. Aliran dana tersebut terdiri dari Rp25 triliun ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Rp25 triliun ke PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Rp25 triliun ke PT Bank Negara Indonesia Tbk, serta Rp1 triliun ke Bank DKI Jakarta.
Namun, dari bank-bank yang sebelumnya menerima penempatan dana, BTN belum memperoleh tambahan pada gelombang terbaru ini. Purbaya menyebutkan bahwa hal tersebut disebabkan karena pengajuan resmi dari BTN belum diterima pemerintah.
“Yang BTN belum kita salurkan kenapa? Karena suratnya belum sampai, dia baru mau akan kelihatannya. Tapi kalau nanti sampai ke kita, kita lihat, kita ases, kita pertimbangkan untuk ditambah,” jelasnya.
Untuk diketahui, pada September lalu, pemerintah melalui Kemenkeu telah menyuntikkan likuiditas sebesar Rp200 triliun ke sektor perbankan, khususnya HIMBARA. Kebijakan tersebut disalurkan melalui lima bank besar, yakni Mandiri, BNI, BRI, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, serta satu bank syariah yaitu PT Bank Syariah Indonesia Tbk.
Adapun dana tersebut dialokasikan sebesar Rp55 triliun untuk Bank Mandiri, Rp55 triliun untuk BRI, Rp25 triliun untuk BTN, Rp55 triliun untuk BNI, dan Rp10 triliun untuk BSI.
Purbaya menyampaikan bahwa dari suntikan dana tahap pertama tersebut, realisasi penyerapannya yakni Mandiri dan BRI telah menyerap 100 persen, BNI 68 persen, BTN baru 41 persen, sedangkan BSI sudah mencapai 99 persen.

Comments