in ,

Mendag Busan Ungkap Strategi Pemerintah Perkuat Posisi Ekspor RI di Pasar Global

FOTO : IST

Mendag Busan Ungkap Strategi Pemerintah Perkuat Posisi Ekspor RI di Pasar Global

Pajak.com, Jakarta – Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan) mengungkapkan serangkaian strategi pemerintah dalam memperkuat posisi ekspor Indonesia di pasar global sekaligus melindungi industri dalam negeri dari tekanan kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS).

Busan menjelaskan bahwa strategi tersebut tidak hanya berfokus pada pertahanan pasar nasional, tetapi juga diarahkan untuk mendorong keberlanjutan industri dan daya saing produk Indonesia dalam lanskap perdagangan internasional yang makin kompleks.

“Strategi yang kita lakukan untuk menghadapi tarif resiprokal Amerika misalnya, yang pertama adalah intensifikasi perundingan dengan diplomasi dengan Amerika yang saat ini sedang berjalan, kemudian penataan kebijakan perdagangan, pengamanan pasar dalam negeri, dan untuk menjaga keberlanjutan industri nasional,” ujar Busan dalam konferensi pers yang dikutip Pajak.com, Selasa (5/8/25).

Ia menambahkan, pemerintah juga tengah mengoptimalkan kelembagaan trade remedies melalui instrumen Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) dan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD), termasuk memperkuat pemberdayaan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui program UMKM Bisa Ekspor.

Strategi lainnya mencakup perluasan pasar ekspor melalui percepatan perundingan dagang, promosi ekspor, serta peningkatan diplomasi perdagangan regional dan multilateral. Busan juga menekankan pentingnya mendorong sistem perdagangan berbasis aturan atau rule-based trade.

Dalam kerangka penguatan kinerja perdagangan tahun 2025, Kemendag juga menargetkan penyelesaian sejumlah perjanjian internasional strategis. Beberapa target utama tahun ini meliputi penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA), penandatanganan Indonesia-Canada CEPA, penyelesaian Indonesia-Peru CEPA, serta finalisasi kesepakatan Indonesia-Eurasian Economic Union (EAEU) CEPA dan Indonesia-Tunisia Preferential Tariff Agreement (PTA).

Tak hanya itu, Indonesia juga terus melanjutkan perundingan dengan berbagai mitra dagang lain, seperti Indonesia-Gulf Cooperation Council (GCC) Free Trade Agreement (FTA), ASEAN-Canada FTA, Indonesia-Turkey PTA, Indonesia-Sri Lanka PTA, serta Indonesia-Mercosur CEPA.

“Tahun ini, sudah banyak terselesaikan perjanjian dagang. Selanjutnya, kita akan masuk ke pasar Afrika. Mudah-mudahan, paling tidak, tahun ini sudah mulai pendekatan-pendekatan ke negara Afrika,” tandas Mendag Busan.

Dengan strategi ini, pemerintah berharap dapat memperkuat struktur ekspor nasional, memperluas penetrasi pasar ke kawasan baru, serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika perdagangan global.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *