Purbaya Temui Investor di AS, Paparkan Kekuatan Ekonomi Indonesia
Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bertemu sejumlah investor di Amerika Serikat (AS) pada Senin (13/4/2026). Dalam rangkaian kunjungan ke New York dan Washington DC tersebut, ia memaparkan kekuatan ekonomi Indonesia sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap kebijakan fiskal nasional.
“Pada dasarnya kita jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,” ujar Purbaya di Peninsula Hotel New York, dikutip Pajak.com pada Selasa (14/4/2026).
Menurut Purbaya, minat investasi dari investor AS tetap tinggi. Namun, sejumlah investor masih membutuhkan klarifikasi terkait berbagai isu yang beredar mengenai kondisi fiskal Indonesia. Pemerintah pun memanfaatkan momentum ini untuk memberikan penjelasan langsung.
“Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan ke mereka untuk memastikan keraguan mereka terhadap Indonesia bisa di clear-kan,” kata Purbaya.
Ia menambahkan, secara umum investor tidak meragukan fundamental ekonomi Indonesia. Namun, mereka ingin memastikan kondisi terkini, terutama terkait stabilitas fiskal dan iklim investasi.
“Jadi mereka [investor] enggak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar,” ucap Purbaya.
Dalam pertemuan tersebut, Purbaya juga memaparkan berbagai kebijakan fundamental yang telah disusun pemerintah. Ia menilai para investor dapat memahami dan menerima penjelasan tersebut karena sesuai dengan prinsip ekonomi yang kuat.
“Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa dan karena mereka orang pintar, mereka bisa menerima dengan sepenuh hati apa yang kita jelaskan sudah sesuai dengan teori-teori ekonomi,” tambah Purbaya.
Selain itu, Purbaya juga menerima masukan dari investor terkait pentingnya memperkuat komunikasi. Menurut mereka, fundamental ekonomi Indonesia dinilai baik, namun persepsi pasar masih perlu dijaga melalui komunikasi yang lebih efektif.
“Soal kebijakan fiskal mereka sudah yakin bahwa kebijakan arahnya sudah benar, mereka beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat ke Indonesia, ya seperti pemberian outlook yang negatif, dimana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum terlalu lengkap,” jelas Purbaya.
Untuk menjaga kepercayaan investor, Purbaya menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi sesuai target APBN. Ia optimistis capaian pertumbuhan ekonomi yang kuat akan menjadi sinyal positif bagi investor global.
“Kita akan terus pastikan ekonomi tumbuh sesuai dengan target yang kita sebutkan. Kalau Indonesia bisa tumbuh 5,5 persen di triwulan I dan pada triwulan II tetap kuat, ini akan serta merta membuat mereka lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia,” ujar Purbaya.
Menutup pernyataannya, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan tetap fokus pada konsistensi kebijakan dan implementasi yang tepat agar kepercayaan investor terhadap Indonesia terus meningkat.
“Jadi kita fokus memastikan bahwa kebijakan kita benar, implementasinya kita sesuai dengan design yang kita buat,” pungkasnya.

Comments