Penguatan Ekosistem Industri Otomotif Nasional, Pemerintah Dorong Daya Saing dan Transformasi
Pajak.com, Tangerang – Pemerintah mendorong penguatan ekosistem industri otomotif nasional guna meningkatkan daya saing sekaligus mempercepat transformasi yang berorientasi global dan berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai bahwa upaya penguatan industri otomotif nasional menjadi strategi penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Pemerintah menempuh langkah melalui penguatan rantai pasok, peningkatan daya saing industri, serta akselerasi transformasi menuju industri otomotif yang lebih kompetitif di pasar global.
Ia juga menegaskan bahwa industri otomotif Indonesia telah menunjukkan capaian positif, terutama dalam ekspansi pasar internasional. “Apresiasi saya berikan kepada TMMIN [PT Toyota Motor Manufacturing]. Saya juga mengapresiasi momentum ekspor tiga juta unit beberapa waktu yang lalu. Dan ini menunjukkan bahwa Toyota mampu memenuhi standar kualitas global di lebih 100 negara,” ujar Airlangga dalam Forum Diskusi Pengembangan Industri Otomotif di Tangerang, dikutip Pajak.com pada Selasa (21/4/2026).
Menurut Airlangga forum tersebut menjadi ruang strategis bagi pemerintah dan pelaku industri otomotif untuk menyelaraskan kebijakan sekaligus memperkuat kolaborasi. Diskusi ini juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi peluang pengembangan industri otomotif nasional agar lebih adaptif terhadap dinamika global.
Di tengah tekanan ekonomi global, industri otomotif tetap memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi nasional. Sektor ini tercatat melibatkan sekitar 1,5 juta tenaga kerja dalam ekosistem rantai pasok, sehingga kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja dan ekspor dinilai signifikan.
Pemerintah, kata Airlangga terus memperkuat struktur industri otomotif melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Langkah ini mencakup peningkatan nilai tambah industri serta penguatan rantai pasok domestik, termasuk investasi pada baterai berbasis nikel sebagai keunggulan komparatif Indonesia.
Dengan strategi tersebut, Airlangga berharap industri otomotif nasional mampu bersaing di tingkat global sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Saya berharap dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan yang hadir di sini, kita terus mengupayakan agar industri Indonesia terus dapat bersaing,” pungkasnya.

Comments