Pemerintah RI–Tiongkok Perkuat Kerja Sama Perdagangan, Investasi hingga Integrasi Industri
Pajak.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia memperkuat dan memperdalam hubungan bilateral dengan negara mitra strategis guna mendukung kepentingan nasional serta pembangunan ekonomi jangka panjang. Salah satu kerja sama strategis yang secara konsisten dikembangkan adalah kemitraan Indonesia dengan Tiongkok, khususnya di bidang perdagangan, investasi, dan integrasi industri.
Penguatan hubungan Indonesia–Tiongkok dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Salah satunya melalui peran aktif China Chamber of Commerce in Indonesia (CCCI) yang selama dua dekade terakhir berkembang sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha, sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Kemitraan strategis ini juga semakin ditegaskan melalui kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada November 2024, yang menjadi tonggak penting dalam hubungan bilateral Indonesia–Tiongkok.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan besarnya potensi kerja sama kedua negara mengingat skala ekonomi dan jumlah penduduk yang dimiliki.
“Tiongkok adalah negara dengan ekonomi terbesar kedua dengan PDB 17,8 triliun dolar Amerika Serikat [AS] dan Indonesia memiliki PDB 1,4 triliun dolar AS. Jadi, ini benar-benar merupakan tonggak penting bahwa kolaborasi dan kerja sama antara kedua negara terbuka. Ini adalah pasar besar yang menawarkan peluang bagi kedua perusahaan dan kedua negara,” ujar Airlangga, dikutip Pajak.com pada Senin (12/1/26).
Selain menjadi mitra dagang utama Indonesia dengan nilai perdagangan mencapai 135,2 miliar dolar AS pada 2024, kerja sama Indonesia–Tiongkok juga terus menunjukkan kemajuan strategis melalui inisiatif Two Parks Twin Countries (TCTP). Inisiatif ini menjadi kerangka kerja sama strategis untuk memperkuat kolaborasi industri, memfasilitasi investasi, serta mengintegrasikan rantai pasok kedua negara.
Nota Kesepahaman TCTP yang pertama kali diluncurkan pada 2021 telah diperbarui pada Mei 2025 melalui penandatanganan antara Airlangga dengan Menteri Perdagangan RRT Wang Wentao. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Prabowo dan Perdana Menteri Li Qiang, yang mencerminkan komitmen politik kuat di tingkat tertinggi kedua negara.
Sebagai bagian dari penguatan kerja sama TCTP, telah dilakukan penandatanganan 16 proposal proyek antara perusahaan-perusahaan Fujian dan mitra Indonesia dengan nilai total mencapai Rp36,4 triliun atau sekitar 2,19 miliar dolar AS. Proyek-proyek tersebut mencakup berbagai sektor strategis, antara lain logam dasar, pengolahan daging dan makanan laut, tekstil, teh, furnitur, drone, baterai, hingga kecerdasan buatan.
“Ke depannya, Indonesia menyambut baik kolaborasi yang lebih dalam di bidang infrastruktur, logistik, industri hilir, manufaktur, energi terbarukan, ekonomi digital, AI, komputasi kuantum, ketahanan pangan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia,” jelas Airlangga.
Terkait investasi, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan iklim investasi melalui reformasi regulasi, pengembangan infrastruktur, serta konsistensi kebijakan. Upaya ini dilakukan agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi jangka panjang yang menarik bagi mitra global, termasuk Tiongkok.

Comments