in ,

Pemerintah Ajak Sektor Swasta Bersinergi Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Pemerintah Ajak Sektor Swasta Bersinergi Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Pajak.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengajak sektor swasta untuk memperkuat sinergi guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan bahwa peran sektor swasta menjadi kunci utama dalam mencapai target tersebut, karena kontribusinya jauh lebih besar dibandingkan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Suahasil menjelaskan bahwa struktur perekonomian Indonesia menunjukkan ketergantungan yang signifikan pada aktivitas ekonomi swasta dan masyarakat. Dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang berada di kisaran Rp24.000 triliun, APBN hanya berkontribusi sekitar Rp3.800 triliun atau setara 14 persen.

Sementara itu, sekitar 85 persen perekonomian nasional ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi perusahaan, serta aktivitas ekspor dan impor. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi menuju kisaran 6 hingga 8 persen tidak bisa hanya mengandalkan belanja negara, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif dunia usaha sebagai motor penggerak utama.

Suahasil mengajak para pimpinan keuangan perusahaan untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif.

“Kami mendorong pertumbuhan, menjaga pemerataan, dan memperbaiki alokasi. Ibu Bapak menciptakan kegiatan ekonomi, menyalurkan investasi, menciptakan kegiatan ekonomi, menyerap tenaga kerja, dan meningkatkan pendapatan para pekerja kita,” ujarnya dalam pertemuan Infobank CFO Club di Jakarta, dikutip Pajak.com pada Senin (26/1/26).

Untuk mendukung peran swasta agar tetap ekspansif, pemerintah juga menyiapkan langkah konkret melalui kebijakan fiskal. Salah satunya dengan menjaga stabilitas ekonomi dan likuiditas sektor perbankan.

Suahasil mengungkapkan bahwa pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp205 triliun di perbankan guna membantu menurunkan cost of fund. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit yang lebih kompetitif dan mendukung ekspansi dunia usaha.

Menurutnya, fungsi stabilisasi APBN menjadi penting agar inflasi tetap terjaga pada level yang mendukung perencanaan dan keberlanjutan bisnis. Dengan stabilitas tersebut, sektor swasta diharapkan lebih percaya diri dalam melakukan investasi dan memperluas kapasitas usahanya.

Menutup pernyataannya, Suahasil menyampaikan apresiasi kepada komunitas keuangan yang hadir dan menegaskan pentingnya kerja sama berkelanjutan antara pemerintah dan dunia usaha.

“Selamat sekali lagi kepada CFO Club Indonesia dan moga-moga kita terus bisa bekerja bersama dan bisa terus membangun Indonesia yang lebih baik ke depan,” pungkasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *