in ,

Menkeu Purbaya Ungkap Tiga Mesin Pertumbuhan untuk Kejar Indonesia Emas 2045

Menkeu Purbaya Ungkap Tiga Mesin Pertumbuhan untuk Kejar Indonesia Emas 2045

Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan tiga mesin pertumbuhan utama yang menjadi andalan pemerintah dalam mengejar target Indonesia Emas 2045, yakni sektor fiskal, sektor keuangan, dan investasi.

Purbaya menjelaskan bahwa ketiga mesin tersebut harus bergerak selaras untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, menjaga stabilitas nasional, serta memastikan pemerataan manfaat pembangunan. Menurutnya, ketiga pilar tersebut juga menjadi fondasi utama dalam mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Asta Cita menuntut pertumbuhan tinggi, stabilitas nasional, dan pemerataan manfaat pembangunan. Mesin pertumbuhan harus bekerja selaras. Mesin fiskal, mesin sektor keuangan, dan investasi,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung yang digelar secara daring, dikutip Pajak.com pada Rabu (14/1/26).

Dari sisi fiskal, Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan belanja negara agar dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran, serta terhindar dari potensi kebocoran. Optimalisasi belanja negara dipandang krusial agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) benar-benar mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang.

Sementara itu, pada sektor keuangan, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI). Sinkronisasi kebijakan moneter dan fiskal menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.

Adapun dari sisi investasi, pemerintah telah membentuk satuan tugas percepatan program strategis pemerintah. Satgas tersebut bertugas mengatasi berbagai hambatan investasi atau debottlenecking melalui mekanisme penyelesaian masalah yang dilakukan secara rutin.

Pemerintah bahkan menggelar sidang setiap pekan untuk membahas dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi pelaku usaha, sehingga iklim investasi di dalam negeri semakin kondusif.

“Saya pikir nanti kalau tiga sistem itu, sistem fiskal, moneter, dan investasi sudah jalan baik, kita bisa tumbuh lebih cepat,” tandas Purbaya.

Untuk menopang upaya pencapaian Visi Indonesia Emas 2045, APBN 2026 diarahkan bersifat ekspansif namun tetap terukur. Pemerintah menetapkan delapan agenda prioritas yang menjadi fokus belanja negara, dengan tujuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang, serta meningkatkan produktivitas nasional secara berkelanjutan.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *