in ,

Belanja Kementerian/Lembaga Bengkak hingga 129,3 Persen pada 2025, Ini Penjelasan Kemenkeu

Belanja Kementerian/Lembaga Bengkak hingga 129,3 Persen pada 2025, Ini Penjelasan Kemenkeu

Pajak.com, Jakarta – Belanja kementerian/lembaga (K/L) pada 2025 tercatat melonjak signifikan hingga mencapai 129,3 persen dari pagu awal APBN. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa kenaikan tersebut bukan tanpa sebab, melainkan dipicu oleh pergeseran anggaran yang disesuaikan dengan berbagai prioritas nasional sepanjang tahun 2025.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menjelaskan bahwa secara keseluruhan belanja pemerintah pusat dalam APBN 2025 awalnya ditetapkan sebesar Rp2.701,4 triliun. Hingga 31 Desember 2025, realisasi sementara belanja pemerintah pusat mencapai Rp2.602,3 triliun.

Di dalamnya, belanja K/L menunjukkan peningkatan paling menonjol. Dari APBN awal sebesar Rp1.160,1 triliun, realisasi belanja K/L melonjak menjadi Rp1.500,4 triliun per 31 Desember 2025. Menurut Suahasil, kenaikan tersebut berasal dari dua sumber utama, yakni belanja tambahan dan pergeseran anggaran.

“Peningkatan ini adalah karena belanja tambahan maupun pergeseran anggaran, jadi dua dia,” jelas Suahasil dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Minggu (10/1/26).

Ia menerangkan bahwa sebagian pergeseran anggaran dilakukan untuk menyesuaikan prioritas belanja pemerintah. Selain itu, terdapat pula pergeseran dari belanja non-KL menjadi belanja KL. Hal ini terjadi karena dalam pos belanja non-KL biasanya terdapat cadangan anggaran.

“Kalau seperti bencana itu cadangan. Nah kalau terjadi bencana maka dia pindah menjadi belanja kementerian lembaga,” jelas Suahasil.

Selain belanja K/L, realisasi transfer ke daerah (TKD) hingga akhir 2025 juga tercatat cukup besar, yakni Rp849 triliun. Angka ini menjadi bagian penting dari total belanja negara dalam menopang aktivitas ekonomi di daerah.

Suahasil juga memaparkan dinamika belanja negara berdasarkan kuartal sepanjang 2025. Pada kuartal I, belanja negara tumbuh 14,6 persen secara tahunan. Namun, Suahasil menekankan bahwa secara nominal realisasi belanja pada awal tahun memang masih relatif rendah karena baru memasuki tahun anggaran. Realisasi belanja negara pada kuartal I tercatat sekitar Rp620,27 triliun.

Memasuki kuartal II, belanja negara meningkat menjadi sekitar Rp1.407,1 triliun, meskipun pertumbuhannya secara tahunan lebih rendah, yakni 0,6 persen. Ia menyebut, realisasi pada periode ini sempat terhambat oleh proses efisiensi anggaran.

Pada kuartal III, belanja negara secara kumulatif mencapai Rp2.234,8 triliun. Meski terlihat meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya, Suahasil menegaskan bahwa angka tersebut sejatinya lebih rendah dibandingkan realisasi kuartal III tahun sebelumnya.

Percepatan belanja baru terlihat jelas pada kuartal IV. Hingga akhir Desember 2025, belanja negara secara kumulatif mencapai Rp3.451,4 triliun. Pada kuartal IV saja, belanja negara tumbuh 3,0 persen tahunan.

“Dan kita pahami bahwa nanti efek dari belanja ini nanti akan memiliki efek kepada pertumbuhan ekonomi di kuartal IV,” jelasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *