Airlangga Pastikan Defisit APBN Terjaga di Bawah 3 Persen pada 2026
Pajak.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dijaga di bawah 3 persen pada 2026. Pemerintah menegaskan komitmen menjaga disiplin fiskal di tengah ketidakpastian global, sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Airlangga menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia dinilai tetap resilien meski dihadapkan pada perlambatan ekonomi dunia dan meningkatnya tensi geopolitik. Ia menyebut tingkat risiko resesi Indonesia relatif rendah dibandingkan sejumlah negara besar.
“Saya rasa di tengah ketidakpastian global yang berasal dari perlambatan ekonomi dan peningkatan tensi geopolitik, ekonomi Indonesia tetap resilien dengan tingkat risiko resesi relatif rendah, berdasarkan Bloomberg, dibandingkan dengan Amerika Serikat, Cina, dan Jepang,” ujar Airlangga saat menyampaikan keynote speech dalam forum IBC Business Outlook 2026, dikutip Pajak.com pada Kamis (15/1/26).
Ia memaparkan, dalam tujuh tahun terakhir Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi yang konsisten di kisaran 5 persen dengan akumulasi pertumbuhan sekitar 35 persen. Stabilitas makroekonomi juga terjaga, tercermin dari inflasi Desember 2025 yang berada pada level 2,92 persen.
Kinerja pasar keuangan menunjukkan tren positif dengan indeks saham yang terus mencetak rekor, nilai tukar rupiah yang relatif stabil, serta aktivitas sektor riil yang tetap ekspansif. Hal tersebut tecermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur sebesar 51,2 dan indeks kepercayaan konsumen yang meningkat ke level 123,5.
Dari sisi eksternal, posisi ekonomi nasional ditopang surplus neraca perdagangan dan cadangan devisa yang mencapai 156,1 miliar dolar AS.
Di sektor pembiayaan, pertumbuhan kredit perbankan tercatat mendekati 8 persen. Sementara itu, realisasi foreign direct investment menunjukkan tren peningkatan, yang mencerminkan kepercayaan global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia dan prospek jangka panjangnya.
Airlangga menegaskan APBN tetap menjadi instrumen kebijakan yang kredibel dan bertanggung jawab. Defisit APBN 2025 dijaga di bawah 3 persen dengan rasio utang yang tetap terkendali. Untuk menopang pertumbuhan dan daya beli masyarakat, pemerintah telah menyiapkan paket stimulus ekonomi sepanjang 2025 dengan nilai Rp110,7 triliun.
Memasuki 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,4 persen. Target tersebut didukung penguatan sektor riil, paket kebijakan ekonomi, serta delapan program prioritas nasional. Fokus diarahkan pada ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna menciptakan jutaan lapangan kerja baru setiap tahun.
APBN juga diarahkan untuk pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan, perlindungan sosial, dan peningkatan keterampilan tenaga kerja. Pemerintah menyiapkan program magang bagi lulusan baru, pelatihan tenaga kerja, serta fasilitasi penempatan tenaga kerja ke luar negeri di sektor strategis.
Di sisi lain, pemerintah mendorong penguatan ekonomi digital kawasan melalui ASEAN Digital Economy Framework Agreement, termasuk perluasan sistem pembayaran digital QRIS secara regional dan internasional. Upaya perbaikan iklim investasi juga terus dilakukan melalui penyederhanaan regulasi dan percepatan program strategis nasional, terutama pada sektor padat karya seperti tekstil, elektronik, dan manufaktur berorientasi ekspor.
Ke depan, Airlangga menyatakan optimistis terhadap prospek perekonomian Indonesia, seiring dengan fundamental ekonomi yang dinilai tetap kuat dan dukungan tren global yang masih positif.
“Jadi, menghadapi periode mendatang, saya pikir kita harus optimis, akan ada banyak berita baik. Dan saya yakin, tren global, termasuk IMF, juga optimistis pada ekonomi Indonesia,” pungkas Airlangga.

Comments