Kuartal IV-2025 Ekonomi Tumbuh 5,39 Persen, Purbaya: Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir
Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 mencapai 5,39 persen dan menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir pascapandemi COVID-19.
Purbaya mengakui sempat menargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Namun, sejumlah kendala yang sebelumnya membayangi perekonomian membuat realisasi pertumbuhan berada di bawah ekspektasi awal.
“Pertumbuhan ekonomi kuartal keempat berapa? Saya janji 5,6 persen, 5.7 persen. Tapi karena kendala-kendala tentu yang sekarang sudah kita berhentikan, sudah kita hilangkan kendala itu, tumbuhnya hanya 5,39 persen. Tapi itu udah lumayan. Itu tertinggi setelah COVID-19 dalam 5 tahun terakhir,” ujar Purbaya dalam sebuah acara, dikutip Pajak.com pada (12/2/26).
Ia menilai capaian tersebut tetap positif, terlebih karena diraih melalui kerja bersama berbagai otoritas ekonomi. Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,1 persen, yang menurutnya menjadi salah satu yang tertinggi di kelompok G20.
“Tahunannya jadi kita 5.1 persen kan. Itu paling tinggi di G20, lebih tinggi dari Cina,” ungkapnya.
Purbaya juga menyoroti respons pasar dan lembaga internasional terhadap capaian tersebut. Ia menyebut sebelumnya terdapat kekhawatiran bahwa ekonomi Indonesia akan melambat signifikan. Bahkan, lembaga pemeringkat Moody’s sempat mengeluarkan pandangan negatif karena prospek pertumbuhan yang dinilai melemah.
Menurut Purbaya saat ini sejumlah lembaga global merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke arah yang lebih tinggi. Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menaikkan proyeksi pertumbuhan dari 4,9 persen menjadi 5,2 persen dan JP Morgan juga melakukan revisi serupa.
“Jadi ada yang offside kelihatannya. Biar aja, kita akan buat dia offside betulan,” kata Purbaya.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah akan menginjeksi berbagai stimulus, baik dari sisi fiskal maupun dukungan sektor perbankan dan lembaga lainnya. Langkah tersebut diarahkan untuk mendorong belanja dan memperbaiki keseimbangan ekonomi agar dunia usaha semakin ekspansif.
“Pertama ini kita akan inject semua stimulus yang ada di pemerintah maupun bank, pemerintah maupun yang lain-lain untuk belanja habis-habisan dan memperbaiki equilibrium besar supaya dunia usaha juga bisa ekspansi,” jelasnya.
Dalam dokumen APBN 2026, pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,4 persen. Namun, Purbaya menyatakan akan berupaya mendorong pertumbuhan mendekati 6 persen.
“Di PDB sih di APBN 5,4 persen pertumbuhannya, tapi saya akan coba dorong ke arah 6 persen semaksimal mungkin. Jadi ekspansi ekonomi akan berlangsung terus sampai nanti 2030-2031. Anda enggak usah takut kalau investasi di pasar modal atau dunia bisnis. Cepat-cepat jalankan rencana investasi Anda,” pungkasnya.

Comments