Jelang Nataru, Pemerintah Pastikan Mobilitas Lancar dan Pertumbuhan Ekonomi Tetap Terjaga
Pajak.com, Jakarta – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Pemerintah memastikan dua agenda besar dapat berjalan beriringan yakni kelancaran mobilitas masyarakat dan terjaganya pertumbuhan ekonomi di akhir tahun.
Berbagai langkah koordinatif lintas kementerian/lembaga dipercepat untuk memastikan aktivitas transportasi, konsumsi, dan layanan publik tetap optimal selama periode libur panjang tersebut.
Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) melakukan evaluasi progres anggaran dan mempersiapkan langkah penguatan ekonomi. Akselerasi belanja kementerian/lembaga menjadi fokus utama guna menjaga momentum pertumbuhan pada kuartal IV-2025, sekaligus mendorong program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, cek kesehatan gratis, listrik pedesaan, serta penguatan kampung nelayan.
Selain itu, stimulus melalui paket kebijakan 8+4+5 dan BLT Kesra akan terus didorong agar daya beli masyarakat tetap terjaga hingga akhir tahun.
“Kemudian, terkait monitoring kebijakan pendorong pertumbuhan ekonomi di Kuartal IV dan persiapan Nataru, serta implementasi perizinan berusaha berbasis risiko,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi, dikutip Pajak.com pada Jumat (28/11/25).
Untuk memastikan kelancaran arus perjalanan Nataru, pemerintah menyiapkan paket kebijakan transportasi yang mencakup angkutan darat, laut, udara, serta penyeberangan. Insentif dan diskon telah mulai diberlakukan sejak 21 November.
“Program diskon transportasi ini sudah disiapkan dan sudah ada siaran persnya, dan ada periode-periode diskon. Kemudian terkait dengan tarif diskon tarif tol selama tiga hari, yaitu 22, 23, dan 31 Desember, range-nya 10-20 persen di 26 ruas jalan tol, yaitu 2 Jabodetabek, 9 Transjawa, 3 Nonjawa, 12 Trans Sumatra,” imbuh Airlangga.
Sektor pariwisata diperkirakan menjadi penopang utama ekonomi di akhir tahun. Pemerintah mencatat akan ada sekitar 244 event nasional dan internasional sepanjang Desember 2025 hingga Januari 2026. Dengan adanya libur panjang, pergerakan wisatawan domestik diproyeksikan mencapai sekitar 100 juta perjalanan.
Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara untuk Desember 2025 diperkirakan mencapai 1,3 juta kunjungan. Lonjakan aktivitas ini diyakini memperkuat perputaran ekonomi daerah, terutama pada sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan UMKM.
Untuk menjaga momentum konsumsi, pemerintah menyiapkan berbagai program belanja nasional, antara lain Harbolnas 12.12, Indonesia Great Sale, dan EPIC Sale yang diperkirakan menghasilkan transaksi hingga puluhan triliun rupiah. Aktivitas ini menjadi katalis tambahan bagi pertumbuhan kuartal IV-2025, khususnya bagi sektor perdagangan dan industri produk lokal.
Selain fokus pada Nataru, pemerintah memastikan berbagai stimulus sektor perumahan tetap berlanjut pada 2026. Program FLPP untuk 350 ribu unit rumah MBR, peningkatan BSPS hingga 400 ribu rumah, PPN DTP 100 persen untuk pembelian rumah, serta KUR Perumahan akan tetap menjadi bagian dari Program 3 Juta Rumah. Langkah ini diharapkan menjaga daya beli sekaligus menopang industri konstruksi.
Pemerintah juga mempercepat implementasi ekosistem perizinan berusaha melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 dan pembaruan OSS RBA. Dari total 27 aturan pelaksanaan, sebagian besar telah diterbitkan, sementara sisanya menunggu finalisasi. Pembaruan ini ditargetkan memperkuat kepastian investasi dan menarik modal baru bagi pertumbuhan 2026.

Comments