in ,

Ini Cara Prabowo Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen pada 2026

Ini Cara Prabowo Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen pada 2026

Pajak.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memaparkan strategi pemerintah untuk mengejar pertumbuhan ekonomi hingga 5,6 persen pada 2026 dalam acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/26).

Dalam arahannya, Prabowo menyampaikan bahwa strategi yang dijalankan pemerintah adalah konsep Indonesia Incorporated, yaitu menempatkan Indonesia sebagai satu kesatuan besar, di mana kelompok yang besar dan kuat didorong untuk merangkul, sektor menengah dan kecil diperkuat, serta pihak yang sudah maju menarik yang masih tertinggal. Dengan sikap tetap terbuka terhadap investasi dari berbagai negara, karena pemerintah percaya pada kekuatan kerja sama dan kepercayaan global.

“Kita bukan hanya raksasa yang tertidur, kita harus bangkit menjadi raksasa yang berdiri tegak, membangun kehidupan yang lebih baik, adil, dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya,” ujar Prabowo, dikutip Pajak.com pada Rabu (18/2/26).

Dalam kesempatan yang samaMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap resilien di tengah tekanan global. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,11 persen dengan kuartal IV-2025 sebesar 5,39 persen, tertinggi kedua di G20 setelah India, sementara pertumbuhan global berada di kisaran 3 persen.

Indikator sosial juga menunjukkan perbaikan. Tingkat kemiskinan turun menjadi 8,25 persen, rasio gini membaik ke 0,363, dan pengangguran terbuka turun menjadi 4,74 persen dengan serapan tenaga kerja mencapai 2,71 juta orang. Berbekal capaian tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4 persen dengan potensi mencapai 5,6 persen, sejalan dengan tema RKP 2026.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mempercepat tiga program prioritas presiden sebagai sumber pertumbuhan sekaligus pencipta lapangan kerja, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Program 3 Juta Rumah.

Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan bahwa selain untuk pemenuhan gizi, program MBG juga mendorong pergerakan ekonomi masyarakat, karena dana langsung disalurkan ke bawah.

“Produktivitas wilayah meningkat, pengangguran terbuka bisa ditekan, dan seluruh mitra yang terlibat mendapatkan insentif. Perputaran ekonomi pun terjadi lebih cepat,” jelasnya.

Menurut Dadan, program MBG telah menjangkau 60,2 juta penerima manfaat dengan belanja harian Rp900 miliar melalui 23.222 SPPG di 38 provinsi. Kajian BPS menunjukkan serapan anggaran Rp43,28 triliun menghasilkan dampak ekonomi Rp294,08 triliun dengan pengganda 1:7.

Program Gerai Sembako Koperasi Desa Merah Putih juga mendorong kenaikan pendapatan rata-rata desa sebesar 25 persen per tahun dan berkontribusi sekitar 0,5 persen terhadap PDB nasional.

Dari sisi fiskal, APBN 2026 dirancang ekspansif namun tetap terukur dengan defisit dijaga di bawah 3 persen. Penerimaan pajak pada Januari 2026 tumbuh 30,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah menjaga momentum pertumbuhan melalui percepatan belanja negara.

“Dengan langkah kebijakan yang pas yang dipimpin oleh Bapak Presiden, kita berhasil membalik arah ekonomi. Belanja negara kuartal I-2026 akan mencapai Rp809 triliun, kami keluarkan semua belanja yang mungkin di kuartal pertama untuk memastikan momentum pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kita akan ekspansi sampai 2033, jadi tidak usah takut, prospek jangka menengah kita sangat baik,” tegasnya.

Selain APBN, pembiayaan non-APBN melalui Danantara juga menjadi motor akselerasi. Lembaga tersebut menjalankan proyek hilirisasi mineral, energi, pangan, dan agrikultur dengan total investasi sekitar 26 miliar dolar Amerika Serikat (AS) yang berpotensi menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja.

Enam proyek senilai sekitar 7 miliar dolar AS telah dilakukan groundbreaking per 6 Februari 2026, dan akan dilanjutkan 14 proyek lainnya senilai sekitar 19 miliar dolar AS.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *