Inflasi Singapura Tercatat Rendah 0,6 Persen, Purbaya: Itu Jelek
Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi inflasi Indonesia saat ini tergolong sehat dan mampu menopang daya beli masyarakat, terutama jika dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga. Ia bahkan menyebut inflasi Singapura yang hanya mencapai 0,6 persen sebagai kondisi yang kurang baik karena mencerminkan lemahnya permintaan domestik.
“Singapura lihat ya 0,6 persen itu enggak bagus, itu jelek. Di bawah 1,5 persen biasanya jelek karena demand-nya terlalu rendah. Jadi patokan ekonomi tuh seperti itu,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA, dikutip Pajak.com pada Selasa (23/9/25).
Adapun, inflasi Indonesia pada Agustus 2025 tercatat mencapai 2,3 persen secara tahunan (year on year/yoy). Nilai ini lebih rendah dibanding inflasi pada Juli 2025 yang mencapai 2,37 persen yoy.
“Inflasi cukup stabil, ini menopang daya beli masyarakat. Ini di tengah banyak negara yang masih berjuang mengatasi tekanan. Jadi kita lumayan baik,” jelasnya.
Menurutnya, dibanding Singapura, inflasi Indonesia saat ini berada di level ideal karena sesuai dengan konsensus ekonomi global yang mematok kisaran inflasi sehat antara 1 persen hingga 3 persen. “Di level kalau kita lihat di situ 2,31 persen. Ini level inflasi yang amat ideal. Jadi inflasi yang bagus tuh bukan 0, bukan juga di atas 10,” jelasnya.
Purbaya menambahkan, posisi inflasi Indonesia saat ini lebih rendah dibandingkan banyak negara yang dinilai masih kesulitan menjaga stabilitas harga.
Sebagai perbandingan, saat ini inflasi Indonesia lebih tinggi dari Singapura dan Malaysia yang tercatat 1,2 persen, Thailand (-0,8 persen), Tiongkok (-0,4 persen). Namun, Indonesia masih lebih rendah dari sejumlah negara lain seperti Jerman (2,2 persen), Arab Saudi (2,3 persen), Jepang (2,3 persen), dan Amerika Serikat (2,9 persen). Sementara itu, inflasi Rusia dan Brasil jauh lebih tinggi, masing-masing 8,1 persen dan 5,1 persen.
“Inflasi Indonesia rendah di antara banyak negara yang berjuang mengatasi tekanan. Seperti saya bilang tadi, dibanding negara lain kita bagus,” imbuhnya.
Ia juga menyebut Malaysia dengan inflasi 1,2 persen masih berada pada kategori kurang baik. Sebaliknya, Indonesia dinilai berada dalam kondisi ideal dengan inflasi sekitar 2 persen hingga 3 persen. “Malaysia 1,2 persen agak jelek. Kita lumayan lah, kita ideal. Kalau bisa dijaga terus sekitar 2 sampai 3 persen itu akan bagus sekali buat ekonomi kita,” pungkasnya.

Comments