in ,

Fajar Putranto Terpilih Jadi Ketua IKANAS STAN, Siap Konsolidasikan Alumni dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Foto: Aldino Kurniawan/Pajak.com

Fajar Putranto Terpilih Jadi Ketua IKANAS STAN, Siap Konsolidasikan Alumni dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Pajak.com, Tangerang Selatan – Muhamad Fajar Putranto terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (IKANAS STAN) periode 2025-2028 dan Hermin Rachmawanti sebagai Wakil Ketua Umum, dalam Kongres & Reuni Akbar IKANAS STAN, di Gedung N, Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, Bintaro Tangerang Selatan, pada (6/12/25). Kepada Pajak.com, Fajar menegaskan komitmennya untuk mengonsolidasikan seluruh alumni dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Fajar menuturkan bahwa PKN STAN memiliki lebih dari 80 ribu alumni yang berkiprah di berbagai sektor, antara lain di pemerintahan, pengusaha, praktisi, maupun akademisi. Menurutnya, hal ini menjadi kekuatan bagi IKANAS STAN untuk berkontribusi mengembangkan organisasi yang berdaya dalam mewujudkan transformasi digital dan pembangunan berkelanjutan yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Untuk 100 hari ke depan, kami akan melakukan konsolidasi internal, memperbaiki struktur yang perlu dibenahi dan merekatkan kembali anggota yang berjumlah besar ini, 80 ribu yang aktif sebagai ASN [aparatur sipil negara] maupun pengusaha. Alumni kita juga anggotanya memiliki kualifikasi yang tinggi, mostly, mengenyam pendidikan S-2 sampai S-3 ke luar negeri. Jadi, kita coba melihat potensi itu,” ungkap Fajar usai Kongres & Reuni Akbar IKANAS STAN, dikutip Pajak.com (6/12/25).

Dengan kekuatan tersebut, Fajar optimistis IKANAS STAN dapat membantu pemerintah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui berbagai program transformatif. 

Pertama, Fajar dan Hermin akan mengadopsi Business Ready (B-READY) dari Bank Dunia, yakni sebuah program yang menilai lingkungan bisnis secara lebih komprehensif dengan fokus pada kualitas regulasi dan efisiensi layanan publik untuk mendorong pengembangan sektor swasta, menciptakan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi, mencakup 10 topik siklus hidup perusahaan mulai dari pendirian hingga kebangkrutan serta isu digital, keberlanjutan, dan gender.

“Nanti mungkin kita buat di level provinsi, itu belum ada. Karena anggota IKANAS STAN tersebar di Indonesia, bahkan di luar negeri. Itu bisa bantu di area tersebut [program Business Ready Bank Dunia],” imbuh Fajar.

Secara komprehensif, Fajar membawa visi membangun jejaring profesional IKANAS STAN dengan program business directory alumni, networking events regional, mentorship program, serta fasilitasi kolaborasi bisnis.

Kedua, Fajar dan Hermin berupaya menjadikan IKANAS STAN sebagai think tank yang berfokus pada pengembangan riset hingga penyelenggaraan high-level symposium. Kepemimpinannya juga akan menjaring ide dan gagasan seluruh alumni mengenai transformasi digitalisasi, seperti pengembangan website.

“Karena basis alumni kita itu akuntansi dan ekonomi, jadi aku pikir think tank IKANAS STAN itu mesti kita elevate lagi. Mungkin yang terpikir, bagaimana caranya kita bikin call for paper buat masalah di Indonesia, terus kita buat high-level symposium. Jadi itu akan lebih mengasah apa yang mereka tuliskan atau mereka propose, terus habis itu challenge pikiran,” jelas Fajar.

Hal tersebut tertuang dalam kerangka besar program IKANAS Knowledge Hub sebagai wadah pemikiran para alumni untuk berkontribusi melalui riset dan analisis. Secara konkret, program ini diimplementasikan dalam sebuah platform riset yang mudah diakses, mulai dari pengiriman paper, proses reviu, hingga kesempatan tampil di simposium dan menghasilkan policy brief untuk pembuat kebijakan.

Hermin pun mengukuhkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk mendorong kemajuan IKANAS STAN sekaligus membantu pemerintah dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami akan bekerja sama dengan perguruan tinggi. Mohon dukungan teman-teman dan apabila ada masukan dapat disampaikan,” tambah Hermin.

Dalam visi dan misi Fajar dan Hermin, diketahui bahwa keduanya memiliki program IKANAS Berkelanjutan yang mendorong para alumni mempersiapkan diri menghadapi isu global terkait sustainability, seperti perkembangan Environmental Social, and Governance (ESG), green economy, dan percepatan transformasi digital.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *