in ,

Bos BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik hingga 5,7 Persen pada 2026

foto : ist

Bos BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik hingga 5,7 Persen pada 2026

Pajak.com, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus membaik dan berpotensi mencapai kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen pada 2026. Prospek tersebut didukung oleh penguatan permintaan domestik yang masih menjadi motor utama perekonomian nasional.

Perry menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga pada kuartal IV-2025 menunjukkan perbaikan yang cukup kuat. Kondisi ini ditopang oleh belanja sosial pemerintah, serta meningkatnya keyakinan rumah tangga terhadap kondisi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Dampaknya terlihat pada penjualan eceran yang meningkat di berbagai kelompok barang.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik dan perlu terus didorong agar sesuai dengan kapasitas perekonomian,” jelas Perry dalam konferensi pers, dikutip Pajak.com pada Kamis (18/12/25).

Dari sisi investasi, kinerja investasi nonbangunan juga mengalami perbaikan. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya keyakinan pelaku usaha, yang tecermin dari pola ekspansi Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur. Penguatan permintaan domestik tersebut dinilai perlu terus diperkuat, mengingat kinerja ekspor diprakirakan melambat.

Perlambatan ekspor dipengaruhi oleh berakhirnya frontloading ekspor ke Amerika Serikat (AS), serta menurunnya ekspor besi baja ke Tiongkok dan minyak kelapa sawit (CPO) ke India. Kondisi ini menegaskan pentingnya peran pasar domestik dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Secara sektoral, sejumlah lapangan usaha utama menunjukkan kinerja yang tetap positif. Lapangan Usaha Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, Transportasi dan Pergudangan, serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi penopang utama aktivitas ekonomi.

Dengan perkembangan tersebut, Perry memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 akan berada dalam kisaran 4,7 persen hingga 5,5 persen, sebelum meningkat menjadi 4,9 persen hingga 5,7 persen pada 2026. Ke depan, ia menegaskan perlunya berbagai upaya lanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, tanpa mengesampingkan stabilitas.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2025 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7 hingga 5,5 persen dan meningkat menjadi 4,9 hingga 5,7 persen pada 2026,” jelas Perry.

Perry menjelaskan bahwa, BI ke depan akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Kebijakan tersebut disinergikan secara erat dengan stimulus fiskal dan kebijakan sektor riil pemerintah, guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berdaya tahan.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *