in ,

Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,04 Persen pada Kuartal III-2025, Lebih Baik Dari Cina

FOTO : IST

Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,04 Persen pada Kuartal III-2025, Lebih Baik Dari Cina

Pajak.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 mencapai 5,04 persen secara year-on-year (yoy). Capaian ini dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan sejumlah negara lain, termasuk Cina yang mencatat pertumbuhan 4,8 persen.

“Bapak-Ibu, BPS telah merilis pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga sebesar 5,04 persen secara year on year. Pertumbuhan ini didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor yang solid,” ujar Airlangga dalam acara puncak Hari Ritel Nasional yang diselenggarakan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dengan tema “Kebangkitan Ritel: Bertumbuh Bersama UMKM Bergerak ke Pasar Global”, dikutip Pajak.com pada Selasa (11/11/25).

Menurutnya, capaian ekonomi tersebut menunjukkan ketahanan dan stabilitas perekonomian nasional di tengah situasi global yang masih penuh ketidakpastian. Airlangga menjelaskan bahwa dibandingkan dengan negara lain, kinerja ekonomi Indonesia tetap kompetitif.

“Capaian ini lebih baik dibandingkan sejumlah negara ASEAN ataupun G20, seperti Arab Saudi hampir sama dengan kita 5,0 persen, Tiongkok 4,8 persen tahunan atau year on year,” tuturnya.

Airlangga juga menambahkan bahwa optimisme terhadap perekonomian Indonesia terus meningkat. Lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan memberikan penilaian positif terhadap Indonesia.

Outlook ekonomi kita juga naik, IMF bahkan Chris Talina, Managing Directornya, mengatakan di tengah ketidakpastian Indonesia adalah sebagai bright spot,” kata Airlangga.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui hilirisasi industri, peningkatan belanja nasional, serta penguatan program perlindungan sosial. Selain itu, sektor riil akan terus menjadi fokus utama karena berperan langsung terhadap daya beli masyarakat.

“Nah momentum ini perlu kita jaga, hilirisasi industri terus dilanjutkan, program belanja nasional dan penguatan program perlinsos, dan sektor riil menjadi salah satu motor penting karena perannya langsung terhadap daya beli masyarakat,” pungkas Airlangga.

Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 tercatat lebih rendah dibandingkan kuartal II-2025 yang tumbuh 5,12 persen, namun masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencatatkan pertumbuhan 4,95 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), seluruh komponen pengeluaran mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal III-2025. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sebesar 53,14 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan tumbuh 4,89 persen. Kondisi ini menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

Selain konsumsi rumah tangga, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi sebesar 29,09 persen. Secara keseluruhan, kedua komponen tersebut menopang sekitar 82,23 persen struktur ekonomi nasional pada kuartal III-2025, menegaskan kuatnya fondasi konsumsi dan investasi dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *