Airlangga Catat Realisasi KUR Capai Rp217,20 Triliun atau 76,8 Persen dari Target 2025
Pajak.com, Jakarta – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 17 Oktober 2025 telah mencapai Rp217,20 triliun atau 76,8 persen dari target tahun 2025.
Airlangga menjelaskan bahwa program pembiayaan ini berhasil menjangkau 3,69 juta debitur, dengan tingkat kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang terjaga di level 2,28 persen, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata NPL Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) nasional yang berada di kisaran 4,55 persen.
Menurut Airlangga, capaian ini mencerminkan efektivitas KUR dalam mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat serta memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia. Melalui penyaluran yang masif dan berkualitas, KUR terus berperan penting dalam memperkuat fondasi perekonomian berbasis kerakyatan.
“Sekali lagi saya berterima kasih kepada semua pihak, semua bank dan lembaga penyalur, penjamin, pemerintah daerah, dan dengan kerja sama dari banyak pihak, saya harapkan kegiatan ini bisa menjadi semangat untuk terus memajukan program-program di usaha-usaha produktif di masa mendatang,” ujar Airlangga dalam keterangan resminya, dikutip Pajak.com pada Rabu (22/10/25).
Keberhasilan program KUR kata Airlangga, juga tecermin dari jumlah 926.742 debitur yang berhasil naik kelas yakni bertransformasi dari penerima pembiayaan mikro menjadi pelaku usaha yang lebih mandiri.
Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa dalam sembilan bulan pertama tahun 2025 saja, pemerintah telah menyalurkan KUR kepada 2,34 juta debitur baru, yang sebagian besar berasal dari sektor produktif di wilayah pedesaan. Berdasarkan kajian, setiap tahun program KUR berkontribusi terhadap penyerapan sekitar 19,8 juta tenaga kerja, atau rata-rata empat orang tenaga kerja baru dari setiap satu debitur.
Di sisi lain, komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap Asta Cita ke-2, yakni mewujudkan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, turut tercermin dalam arah kebijakan penyaluran KUR. Dari total realisasi nasional, Rp85,76 triliun atau sekitar 39,49 persen dialokasikan untuk sektor pertanian dan perikanan.
Dari jumlah tersebut, Rp8,33 triliun telah disalurkan kepada 162.736 petani dan nelayan, yang berperan penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dukungan pembiayaan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas sektor primer, tetapi juga menciptakan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Comments