Airlangga Ajak Investor Kaya Dunia Bantu Indonesia Capai Pendapatan 10 Ribu Dolar AS per Kapita
Pajak.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak para investor global berpenghasilan tinggi untuk ikut berperan dalam mendorong kemajuan ekonomi Indonesia. Ia menegaskan, pemerintah menargetkan pendapatan per kapita nasional mencapai minimal 10 ribu dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2030 sebagai bagian dari visi menuju Indonesia Maju.
“Saya berharap para investor yang hadir di ruangan ini, yang rata-rata berpendapatan di atas 20 ribu dolar AS dapat ikut mendorong kemajuan Indonesia agar 280 juta penduduk turut menikmati kesejahteraan. Target pemerintah, pendapatan per kapita nasional mencapai minimal 10 ribu dolar AS pada 2030,” ujar Airlangga dalam acara Permata Bank Wealth Wisdom 2025, yang dipantau Pajak.com pada Selasa (7/10/25).
Airlangga menuturkan bahwa meski perekonomian global masih diliputi ketidakpastian, Indonesia mampu menunjukkan daya tahan ekonomi yang kuat. Indonesia, menurutnya, terus tumbuh, berinovasi, dan mendapat pengakuan positif dari berbagai pemimpin dunia. Ia menilai capaian tersebut menjadi modal penting untuk melanjutkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih sulit diprediksi, Airlangga menilai Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan yang solid. Ia menjelaskan bahwa pada kuartal II-2025, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,12 persen, sebuah capaian yang menempatkan Indonesia di posisi positif dibandingkan dengan banyak negara anggota G20 lainnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut juga tecermin dari stabilitas pasar modal nasional. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil menyentuh all-time high menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan internasional terhadap perekonomian Indonesia terus meningkat.
Dari sisi investasi, Airlangga menyampaikan bahwa realisasi investasi sepanjang semester I-2025 mencapai Rp942 triliun, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Ia menyebut, target kuartal III-2025 juga telah tercapai, yakni sekitar Rp1.400 triliun, dengan proyeksi total investasi hingga akhir tahun mencapai Rp1.900 triliun.
Lebih lanjut, Airlangga menekankan bahwa investasi memiliki peran krusial dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi dan memperluas lapangan kerja bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa cadangan devisa nasional saat ini mencapai sekitar 150 miliar dolar AS, sementara inflasi tetap terjaga pada level 2,65 persen, masih sesuai dengan target pemerintah di kisaran 2 persen plus minus 1 persen.
“Kenapa investasi penting? Karena investasi merupakan salah satu komponen pertumbuhan ekonomi dan berhubungan langsung dengan penciptaan lapangan kerja,” jelasnya.

Comments