ADB Setujui Pinjaman Rp8,29 Triliun untuk Dorong Daya Saing dan Investasi Hijau Indonesia
Pajak.com, Jakarta — Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) menyetujui pinjaman berbasis kebijakan senilai 500 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp8,29 triliun untuk memperkuat daya saing Indonesia, mendorong pertumbuhan hijau, dan mempercepat perdagangan. Dukungan ini diberikan melalui subprogram ketiga dari Competitiveness, Industrial Modernization, and Trade Acceleration Program (CITA).
Direktur ADB untuk Indonesia Jiro Tominaga mengatakan, reformasi dalam program CITA menjadi bagian penting dari upaya Indonesia mencapai status negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045. Menurutnya, transformasi ekonomi yang berkelanjutan membutuhkan kebijakan yang dapat menarik investasi hijau dan menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif.
“Reformasi dalam subprogram CITA akan membantu menarik lebih banyak investasi pada bisnis hijau dan berkelanjutan, mengurangi hambatan perdagangan, serta memberdayakan pelaku usaha lokal, khususnya yang dimiliki perempuan,” kata Tominaga dalam pernyataan resminya, dikutip Pajak.com, Kamis (16/10/2025).
Tominaga mengemukakan, subprogram ketiga ini melanjutkan momentum dari dua tahap sebelumnya yang telah disetujui ADB pada Oktober 2021 dan September 2023. Program ini, jelasnya, berfokus pada penciptaan iklim investasi yang kondusif, penyederhanaan proses perdagangan, penguatan kapasitas pelaku usaha, serta pengembangan industri hijau yang tangguh terhadap risiko iklim.
Dalam dua subprogram pertama, ADB mendukung Pemerintah Indonesia dalam membangun ekonomi yang lebih kompetitif dan ramah investasi sebagai bagian dari pemulihan pascapandemi COVID-19.
“Beberapa hasil konkret di antaranya peluncuran platform daring untuk mempercepat perizinan usaha, penerapan Rencana Logistik Nasional untuk memperlancar arus perdagangan, dan pembentukan sistem single window untuk menyederhanakan prosedur ekspor-impor,” papar Tominaga.
Melalui subprogram ketiga, ADB menekankan pentingnya memperkuat iklim investasi dengan kebijakan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Tominaga menyebut, beberapa inisiatif kunci dalam program ini meliputi penerbitan izin usaha secara otomatis melalui sistem daring yang ditingkatkan, pemberian insentif pajak bagi industri kendaraan listrik, serta dukungan bagi usaha kecil melalui program inkubasi baru dan sensus nasional untuk memetakan kebutuhan UMKM secara lebih akurat.
Ia juga menilai, Indonesia berhasil mencatat kemajuan penting dalam mendorong kesetaraan gender dan inklusi keuangan. Indonesia menjadi negara kedua di dunia yang mengadopsi Women Entrepreneurs Finance Code, yang mendorong lembaga keuangan meningkatkan akses pembiayaan bagi usaha yang dimiliki perempuan.
“Selain itu, Pemerintah Indonesia telah menerbitkan pedoman pengadaan berkelanjutan yang mendorong partisipasi UMKM dan bisnis milik perempuan dalam rantai pasok nasional,” imbuhnya.
Tominaga memastikan, program CITA sejalan dengan Visi Indonesia 2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Dukungan ADB ini juga menjadi bagian integral dari Country Partnership Strategy 2025–2029 untuk Indonesia, terutama dalam jalur strategis peningkatan daya saing ekonomi dan penguatan investasi hijau.
Sebagai lembaga keuangan pembangunan multilateral terkemuka di Asia dan Pasifik, ADB terus memperkuat kemitraannya dengan Indonesia melalui pembiayaan dan dukungan kebijakan untuk reformasi ekonomi hijau dan inklusif. Lembaga yang berdiri sejak 1966 itu kini beranggotakan 69 negara, dengan 50 di antaranya berasal dari kawasan Asia dan Pasifik.

Comments