in ,

212 Merek Beras Tidak Sesuai Standar, Prabowo Minta Tindak Tegas!

FOTO : IST

212 Merek Beras Tidak Sesuai Standar, Prabowo Minta Tindak Tegas!

Pajak.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, membahas berbagai isu strategis, salah satunya pelanggaran mutu beras premium dan medium yang beredar di pasaran. Dari hasil pemeriksaan terhadap 268 merek beras, ditemukan bahwa 212 di antaranya tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa kandungan patahan beras (broken) dalam sejumlah merek jauh melebihi batas toleransi yang diperbolehkan.

“Dari hasil pemeriksaan 268 merek, ada 212 yang tidak sesuai standar yang ditentukan oleh pemerintah. Broken-nya ada yang 30, 35, 40 bahkan ada sampai 50 persen. Jadi tidak sesuai standar,” ujar Amran kepada awak media, dikutip Pajak.com pada Sabtu (2/8/25).

Amran menjelaskan bahwa, kondisi ini dianggap merugikan konsumen dan merusak integritas sistem distribusi pangan nasional. Untuk itu, pemerintah memastikan tidak akan tinggal diam.

Menurut Amran, pemerintah langkah hukum akan diambil terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar. “Kami sudah sampaikan kepada Bapak Kapolri [Listyo Sigit Prabowo] dan Bapak Jaksa Agung [Sanitiar Burhanuddin], setelah diperiksa ulang, datanya sama, hasilnya sama. Jadi, penegak hukum menindaklanjuti semua yang tidak sesuai dengan aturan,” ucapnya.

Amran menjelaskan bahwa, Arahan Presiden Prabowo dalam rapat pun sangat jelas yakni semua proses hukum harus berjalan tanpa kompromi. “Arahan Bapak Presiden [Prabowo] tindaklanjuti. Nanti kita akan rakortas, kita akan bahas lagi,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Amran memastikan bahwa secara umum situasi ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi aman. “Perkembangan produksi aman, stok kita aman,” ungkapnya.

Pemerintah juga terus melakukan operasi pasar secara masif untuk menjaga stabilitas harga dan menjamin keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui penyediaan beras bersubsidi dan bantuan sosial dalam jumlah besar.

Amran juga menjelaskan bahwa saat ini stok beras nasional mencapai 4,2 juta ton. Dengan cadangan tersebut, pemerintah memastikan kebutuhan pangan masyarakat dalam waktu dekat akan tetap terjamin.

“Operasi pasar kita sudah lakukan besar-besaran. Kita siapkan SPHP, itu beras yang disubsidi itu 1,3 juta ton, dan bansos 360 ribu ton, totalnya 1,5 juta ton,” jelasnya.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *