Purbaya Tanggapi Badan Penerimaan Negara: Belum Ada Arahan Presiden, Suka-Suka Saya Kelihatannya
Pajak.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan awak media soal gagasan pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN). Ia menegaskan bahwa belum ada arahan khusus dari presiden untuk mengimplementasikan janji kampanye Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024 tersebut.
Sebagai pengingat, pembentukan BPN juga telah menjadi salah satu prioritas nasional dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Dalam dokumen tersebut tujuan dari pembentukan BPN adalah untuk mendongkrak rasio penerimaan negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 23 persen.
“Belum ada [arahan pembentukan BPN]. Kayaknya suka-suka saya kelihatannya. Saya tanya [presiden], ’Pak, gimana pak, boleh enggak saya obrak-abrik?’. Kalau menurut saya, yang langsung di bawah presiden, seperti yang Anda dengar-dengar itu, di dunia [negara lain] itu enggak ada yang seperti itu. Kalau kita buat [BPN], kita sendirian, nanti aneh lagi. Jadi, kita akan optimalkan sistem yang ada,” ungkap Purbaya, dikutip Pajak.com (9/9/25).
Dengan demikian, ia memastikan akan fokus mengoptimalkan instansi yang sudah ada untuk mengoptimalkan kebijakan tata kelola keuangan negara yang pruden. Purbaya menjanjikan akan mendesain kebijakan yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi nasional dan mengakselerasi investasi.
“Biasanya kalau kejelekan pemimpin baru gini, [kebijakan] pemimpin yang lama diobrak-abrik, buat baru lagi, soalnya mau bikin tonggak baru. Saya enggak akan seperti itu approach-nya. Saya approach-nya adalah syarat yang ada, saya optimalkan sehingga sistem bisa bekerja dengan optimal. Yang berhenti-berhenti kita optimalkan, yang sudah jalan kita percepat lagi. Jadi, semuanya mesinnya bukan mesin baru, ini mesin lama, tapi kita buat lebih bagus lagi ke depannya,” ujar Purbaya.
Ia optimistis, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memiliki kompetensi yang andal untuk melaksanakan berbagai fungsi dan tugas.
“Ini orang pintar-pintar semua sini,” tandas Purbaya.
Secara spesifik, ia berjanji akan membuat fiskal Indonesia sehat tanpa mengganggu sistem keuangan dan belanja negara. Hal tersebut dilakukan dengan memperkuat konsolidasi internal di Kemenkeu.
“Kalau fiskalnya sehat, tapi kalau enggak dibelanjain juga ekonominya enggak jalan, runtuh juga nanti ekonominya. Saya sudah kenal [menangani] fiskal lama, saya enggak perlu waktu untuk belajar lagi. Saya ahli fiskal, jadi saya mengetahui fiskal yang pruden seperti apa,” kata Purbaya.

