Menu
in ,

Tips Aman Kembali Nonton di Bioskop saat PPKM

Tips Aman Kembali Nonton di Bioskop saat PPKM

FOTO: IST

Pajak.com, Jakarta – Meskipun bioskop telah dibuka, pemerintah menekankan agar masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan (prokes). Pemerintah meminta masyarakat tidak menyambut momentum penurunan kasus COVID-19 dengan euforia berlebihan karena kita masih menghadapi ancaman gelombang COVID-19 varian baru. Penekanan yang berulang kali diucapkan oleh sejumlah pejabat negara itu diharapkan tidak menimbulkan keraguan masyarakat untuk menikmati film di balai tayang. Nah, agar tidak khawatir, berikut tips aman nonton bioskop di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM):

1. Disiplin prokes

Anda wajib disiplin prokes COVID-19. Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Sjafruddin memastikan, seluruh prokes COVID-19 akan dilakukan dengan baik. Mulai dari masuk mal, pengunjung sudah melalui tahap screening aplikasi PeduliLindungi. Kemudian, pihak bioskop juga sudah menyediakan hand sanitizer di beberapa area dan sabun cuci tangan yang selalu tersedia di toilet bioskop.

“Tentunya dalam pembukaan ini kami menyambut baik, kami apresiasi pemerintah tengah mengajak kami diskusi dan memfasilitasi. Kami memastikan menerapkan protokol kesehatan, physical distancing di seluruh lingkungan bioskop termasuk di dalam studio,” jelas Djonny.

Ia bersyukur, jaringan bioskop CGV, 21, XXI, dan Cinepolis akan kembali beroperasi.

2. Kurangi interaksi

Sebisa mungkin hindari kontak langsung, termasuk pada kasir tiket. Alternatifnya, Anda bisa menggunakan fasilitas pembelian tiket yang tersedia secara online.

3. Hindari makan atau minum

Sebaiknya tidak makan atau minum pada saat Anda berada di area tunggu maupun dalam studio. Sebab aktivitas makan dan minum mengharuskan Anda untuk melepaskan masker, sehingga memiliki potensi penularan COVID-19.

Selain membagikan tips aman nonton saat PPKm, Djonny mengajak pencinta sinema untuk kembali datang ke bioskop. Akan ada sekitar 400 layar bioskop yang akan menampilkan 12 film dari dalam negeri maupun mancanegara. Public Relation Manager CGV Marsya Gusman menambahkan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah film pilihan di antaranya Black Widow, Shang-chi, Malignant, Suicide Squad, Free Guy, Snake Eyes, Space jam, and Still Water. Selain itu, ada pula film Hard Hit, Escape From Mogadishu, dan Blackpink: The Movie.

Sebelumnya, penutupan bioskop dan sejumlah area publik dilakukan sejak PPKM darurat sekitar Juni 2021. Kebijakan ini terpaksa diambil pemerintah karena angka kasus COVID-19 naik signifikan akibat varian delta, yaitu 18.872 kasus baru dalam sehari.

Kemudian, PPKM diperkuat dengan memberikan level 2, 3, 4 di setiap daerah. Level 4 merupakan klasifikasi daerah dengan zona merah atau memiliki angka COVID-19 yang tinggi. Sementara semakin rendah levelnya, maka kian menurun kasusnya.

Sekitar hampir tiga bulan kebijakan PPKM per level itu diberlakukan, akhirnya pemerintah memperbolehkan bioskop dibuka pada pertengahan September—yang sebelumnya didahului oleh pembukaan mal pada sekitar pertengahan Agustus.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, bahwa pelonggaran itu diberikan karena penanganan COVID-19 yang dinilai sudah semakin membaik, angka kasus pun kian menurun signifikan.

“Ada beberapa penyesuaian dan juga pengetatan aktivitas masyarakat yang bisa dilakukan dalam periode minggu ini, antara lain pembukaan bioskop dengan kapasitas maksimal 50 persen pada kota-kota level 3 dan level 2. Saya ulangi, dengan kewajiban menggunakan aplikasi PeduliLindungi serta penerapan protokol kesehatan yang ketat,” kata Luhut.

Koordinator Pelaksanaan PPKM Jawa dan Bali ini meminta kepada masyarakat untuk tidak menyambut momentum penurunan kasus COVID-19 dengan euforia berlebihan. Ingat, dunia, termasuk Indonesia masih menghadapi ancaman gelombang COVID-19 dengan munculnya varian baru.

“Jadi PPKM ini adalah alat kita untuk memonitor. Karena kalau dilepas, tidak dikendalikan terus, bisa nanti ada gelombang berikutnya. Kita sudah lihat pengalaman di banyak negara. Jadi kita tidak ingin mengulangi kesalahan yang dilakukan berbagai negara,” jelas Luhut.

Leave a Reply