Menu
in ,

BI Siapkan Rp 152,14 triliun selama Ramadan dan Idulfitri

BI Siapkan Rp 152,14 triliun selama Ramadan dan Idulfitri

FOTO : IST

Pajak.com, Jakarta – Salah satu tradisi bagi masyarakat Indonesia di bulan Ramadan adalah penukaran uang baru. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp 152,14 triliun selama periode Ramadan dan Idulfitri 1442 H.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim mengatakan, jumlah itu meningkat sebesar 39,33 persen, dibandingkan realisasi penyaluran uang tahun lalu sebesar Rp 109,20 triliun. Uang kartal yang disiapkan BI ini masih akan didominasi oleh pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 sebesar Rp 137 triliun atau setara 90,07 persen. Sementara, sisanya terdiri dari uang pecahan Rp 20.000 ke bawah.Marlison menjelaskan, kenaikan proyeksi kebutuhan uang kartal tahun ini ditopang oleh berbagai faktor.

Pertama, mulai membaiknya perekonomian Indonesia jika dilihat dari berbagai indikator makroekonomi.

Kedua, penyaluran program bantuan sosial tunai di periode Ramadan dan Idulfitri mengalami percepatan penyaluran.

Ketiga, program vaksinasi yang memengaruhi tingkat mobilitas masyarakat sehingga otomatis meningkatkan kebutuhan uang kartal. Dan keempat, adanya kebijakan pemerintah terkait dengan larangan mudik Lebaran, meski ada pengecualian mudik lokal di wilayah tertentu.

Ia pun menyampaikan, masyarakat bisa menukarkan uang pada 12 April 2021 sampai dengan 11 Mei 2021.

“Untuk layanan kas Ramadan Lebaran, kami mulai dari 12 April 2021-11 Mei 2021 atau H-2 Lebaran. Itu sudah kami buka untuk penukaran uang termasuk di perbankan, kita lihat secara historical biasanya H-2 minggu sebelum Lebaran penukaran banyak dilakukan masyarakat khususnya di bank,” katanya saat konferensi pers virtual, Rabu (14/4).

Marlison bilang, bank sentral tidak membuka layanan penukaran secara individu seperti tahun lalu. Sebagai gantinya, BI hanya membuka layanan penukaran uang secara wholesale kepada perbankan, lembaga, instansi, korporasi, Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Masyarakat juga bisa melakukan penukaran uang baru di kantor cabang maupun gerai perbankan, maupun secara kumulatif melalui instansi. Menurutnya, upaya ini dilakukan untuk mencegah penularan virus corona.

“Sejak Covid-19 kemarin (tahun lalu), BI tidak melayani atau memberikan layanan individual kepada masyarakat. Kalau sebelumnya kita sering mendengar dan melihat penukaran uang baru di Monas, secara individu di pasar, selama tahun lalu dan tahun ini kami menerapkan hal yang sama tidak memberikan layanan individual kepada masyarakat,” tuturnya.

Untuk penyaluran uang, BI bekerja sama dengan 107 bank. Nantinya, penukaran uang baru akan dilayani pada 4.608 kantor cabang atau gerai perbankan umum di seluruh Indonesia. Jumlah itu, lanjut Marlison, meningkat 23 persen dari tahun lalu sejumlah 3.742 gerai.

“Layanan penukaran tersebut meliputi 439 kantor di wilayah Jabodebek, dan 4.169 di luar wilayah Jabodebek,” imbuhnya.

Selain itu, Marlison mengemukakan bahwa BI berkoordinasi dengan perbankan dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) untuk menjaga ketersediaan uang di mesin tarik uang (ATM) dan mesin setor-tarik (Cash Recycling Machine).

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendapatkan Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI (UPK 75) melalui penukaran di seluruh kantor BI dan jaringan kantor bank. Terlebih, saat ini BI melonggarkan proses penukarannya.

Jika sebelumnya BI membatasi penukaran UPK 75 hanya satu lembar per satu KTP, saat ini masyarakat bisa menukarkan 100 lembar UPK 75 per KTP per hari baik secara individu maupun kolektif. Ia pun menegaskan bahwa uang itu dapat digunakan untuk bertransaksi dan berbagi.

“Khusus Ramadan dan Lebaran ini, kami dorong masyarakat untuk gunakan UPK sebagai salah satu uang yang akan ditukarkan untuk angpao atau THR kepada masyarakat,” pungkasnya.

Leave a Reply