Kantor Pajak di Jakpus Gandeng Pemkot, Bina 21 UMKM untuk Tumbuhkan Omzet
Pajak.com, Jakarta – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Pusat (Kanwil DJP Jakpus) menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Jakpus untuk membina 21 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam kegiatan bertajuk Kick-Off Meet The Market Business Development Services (BDS) 2025 di Auditorium Gedung Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta, pada (30/10/25). Kepada Pajak.com, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) DJP Rosmauli (Ros) menegaskan bahwa pembinaan ini merupakan upaya konkret pemerintah untuk mendorong kualitas dan pertumbuhan omzet UMKM.
“Melalui program [BDS], kami menguatkan dan menegaskan peran DJP bukan hanya sekadar sebagai otoritas fiskal, tetapi juga sebagai mitra UMKM dalam pembangunan ekonomi rakyat. Program ’Meet the Market BDS 2025’ yang dicanangkan oleh Kanwil DJP Jakpus merupakan bentuk inovasi yang patut diacungi jempol, menjadi best practice bagi pembinaan UMKM berbasis kolaborasi,” ungkap Ros usai acara, dikutip Pajak.com (30/10/25).
Ia menyebut bahwa program BDS yang diinisiasi DJP sejak sekitar tahun 2017 ini telah membantu UMKM mengekspor produknya. Secara simultan, program BDS juga dapat menjembatani UMKM dengan perbankan untuk mengakses permodalan.
“Pembinaan yang kita lakukan adalah bagaimana UMKM dapat memasarkan produknya secara on-line dengan baik. Untuk itu, UMKM juga diajarkan untuk memotret produk yang bagus sehingga dapat menarik pembeli,” jelas Ros.
Ia optimistis, peningkatan kualitas serta pengetahuan pelaku usaha dapat mendorong pertumbuhan omzet UMKM. Hinga muaranya, UMKM dapat berkontribusi kepada negara melalui pembayaran pajak sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Namun, UMKM baru dikenakan pajak [Pajak Penghasilan/PPh final 0,5 persen], apabila omzetnya lebih dari Rp500 juta. Ini juga bentuk keberpihakan pemerintah kepada UMKM, mendorong bagaimana mereka tumbuh dan menggerakkan roda perekonomian,” jelas Ros.
Hal senada juga ditegaskan Kepala Kanwil DJP Jakpus Eddi Wahyudi. Ia meyakini bahwa program ’Meet The Market BDS 2025’ dapat mendorong pertumbuhan omzet 21 UMKM. Pasalnya, pembinaan yang komprehensif mengenai bisnis, keuangan, dan perpajakan akan menjadi bekal bagi UMKM mengembangkan usahanya.
“Kami melaksanakan empat kelas pembinaan selama tujuh minggu hingga awal Desember 2025 dan menggelar bazar. Terpenting juga kita punya market di DJP, Paling tidak meet the market-nya ada di sini. Harapannya itu, di setiap kegiatan kita bisa gunakan produk UMKM, tapi mesti meningkatkan kualitas. Untuk itu, kami terus membina UMKM ini,” jelas Eddi.
Materi kelas yang diberikan mencakup desain visual dan fotografi produk untuk memperkuat daya tarik merek; pelatihan pengolahan minuman kekinian berbasis kopi serta sertifikasi barista; digital marketing dan white-label business model; pengenalan akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Ultra Mikro (Umi) oleh Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jakarta; serta pencatatan keuangan dan literasi pajak UMKM untuk mendukung formalitas usaha
Eddi memastikan Kanwil DJP Jakpus telah mengurasi secara saksama 21 UMKM yang terpilih mengikuti program ’Meet The Market BDS 2025’. Adapun kriterianya adalah UMKM yang memiliki potensi pertumbuhan omzet serta tekad kuat dalam mengembangkan usahanya, sekaligus berkomitmen untuk menjadi Wajib Pajak patuh.
Berikut daftar 21 UMKM tersebut:
- Nihar Chaniago;
- Ulimus;
- Pempek Keziaat;
- Kopi Keren;
- Cemilan Sicentil;
- Ce Mae Kitchen;
- Samroa Dapue;
- Zeela Foodie;
- Biks Kopi;
- Soto Betawi H. Jaman Jamilah;
- Es Seruput Segar 2 Putri;
- Dapur Ngunyah;
- Nell’s Fazza;
- Putri Catering;
- Kopi Murni;
- Vafara Kuliner;
- Dapurnya Bintang;
- Waroeng Ko N Ko;
- Kebab Gills;
- Indas Group; dan
- Dapur Uenak by Novita.

